Bupati Sidoarjo Bertindak, Pemblokiran Jalan Porong Dibuka
Sabtu, 16 Sep 2006 15:16 WIB
Sidoarjo -
Setelah 5 jam Jalan Raya Porong lumpuh total akibat pemblokiran oleh ratusan warga Desa Mindi, pukul 14.00 WIB, Sabtu (16/9/2006) akhirnya dibuka.Warga membubarkan diri setelah Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengabulkan tuntutan warga untuk membuang air lumpur Lapindo Brantas Inc yang membanjiri Desa Mindi ke Kali Porong.Sebelum Win datang, sempat terjadi ketegangan ketika 3 truk Dalmas tiba di lokasi. Petugas Dalmas dikira hendak membubarkan warga. Warga sempat merapatkan barisan dan berhadapan-hadapan dengan Dalmas. Tapi ternyata petugas Dalmas yang bersenjata laras panjang itu hanya duduk-duduk. Bupati Win pun kemudian datang."Saya sependapat dengan aspirasi sampeyan. Kemarin itu sudah saya sampaikan dan sudah didukung oleh eksekutif dan legislatif serta warga Desa Besuki," kata Win yang didampingi Ketua Pelaksana Timnas Penanganan Lumpur Basuki.Namun Win meminta jaminan kepada warga, apabila air lumpur dibuang ke Kali Porong dan nantinya menimbulkan persoalan hukum, warga harus mendukung dirinya."Jadi Anda semua setuju air lumpur dibuang ke Kali Porong?" tantang Win yang langsung disambut teriakan "Setuju!" oleh warga secara serempak."Jadi kalau begitu, kalau nanti ini dipersoalkan pihak lingkungan hidup, bapak ibu harus membantu saya. Tidak perlu khwatir, saya ada di belakang bapak ibu semua. Saya tetap akan menyelamatkan bapak ibu, kan kalian semua yang mencoblos saya, mari kita jalan bareng-bareng," ujar Win.Setelah itu Win meneken komitmen. Namun untuk pembobolan tanggul, Win tidak menyetujuinya. Sedangkan untuk pembuangan air lumpur ke Kali Porong, 4 pompa diesel dan 1.000 meter pipa sudah didatangkan.Warga pun kemudian berangsur meninggalkan Jalan Raya Porong. Gundukan pasir dan batu (sirtu) yang dipakai untuk memblokir jalan dibiarkan begitu saja. Alhasil personel Yon Zipur 10/2 Kostrad pun turun tangan membersihkannya.Kemacetan di Jalan Raya Porong yang sempat mencapai 5 km mulai terurai. Sementara jalan tol Gempol-Surabaya di Km 40/200 masih lumpuh karena masih ada tenda warga yang mengungsi. Arah sebaliknya, Surabaya-Gempol hanya bisa dilalui truk sirtu.
(sss/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































