Jimly: Tak Efisien, Lembaga Negara Perlu Direvitalisasi

Jimly: Tak Efisien, Lembaga Negara Perlu Direvitalisasi

- detikNews
Sabtu, 16 Sep 2006 14:52 WIB
Cipanas - Ketua MK Jimly Asshiddiqie berpendapat saat ini banyak fungsi negara yang ditangani banyak lembaga. Padahal hal ini berpotensi menimbulkan konflik antarlembaga dan inefisiensi anggaran."Ini problem negara pada tingkat suprastruktur atau ada fungsi yang dikerubuti banyak aktor. Malah ada fungsi yang tidak ada yang mengerjakan," ujar Jimly saat memberikan pembekalan dalam acara silaturahmi nasional Partai Golkar di Cipanas, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2006).Dia mencontohkan, saat ini ada 55 lembaga yang melakukan fungsi penyidikan. Selain 3 lembaga penyidik utama, polisi, jaksa dan KPK, masih ada lagi 52 lembaga Penyidik PNS (PPNS)."Ini inefisiensi. Apakah ini tidak bisa dikonsolidasikan. Padahal dalam proses hukum harus ada sinergi," katanya.Dia juga berpendapat, hasrat pemerintah untuk membentuk lembaga-lembaga baru harus dihentikan. Di saat yang sama, pemerintah harus memfungsikan secara maksimal lembaga-lembaga yang ada."Kita harus merevitalisasi dan melakukan institusional building lembaga yang ada," katanya.Banyaknya lembaga-lembaga itu selain mengakibatkan inefisiensi juga membingungkan rakyat. Dia mencontohkan, saat ini ada lembaga yang sibuk memperkuat kewenangannya. "Ini kan bukan untuk kepentingan rakyat, tapi untuk lembaganya," kata dia.Lembaga-lembaga negara tersebut saat ini harus mengembangkan pembangunan etika. Hal ini sesuai dengan rekomendasi yang pernah dikeluarkan PBB pada tahun 1998."Misalnya saat ini sudah ada KY, Komisi Kejaksaan dan Badan Kehormatan di DPR. Kalangan pasar dan masyarakat juga harus memiliki lembaga serupa," katanya. (umi/sss)


Berita Terkait