Singapura Usir Lagi 6 Aktivis LSM
Sabtu, 16 Sep 2006 12:54 WIB
Batam - Pemerintah Singapura kembali memperlihatkan sikap otoriternya dengan mengusir enam aktivis LSM internasional yang akan menyeberang ke Batam mengikuti pertemuan International People Forum (IFP).Forum IFP dilakukan untuk memonitoring pertemuan Bank Dunia dan IMF di Singapura 19-20 September, yang sengaja digelar di Batam karena pemerintah Singapura melarang aksi aktivis.Keenam orang yang diusir ketika sampai di Singapura adalah 2 orang dari India, 2 orang Srilanka, 1 orang Brazil dan 1 orang Jepang.Sebelumnya pemerintah Singapura juga mencekal 27 aktivis LSM yang diundang dalam pertemuan Bank Dunia dan IMF.Belakangan setelah dikritik Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz, 22 aktivis dibolehkan masuk meski tawaran tersebut akhirnya ditolak.Keenam aktivis yang diusir dari Singapura itu rencananya akan menghadiri IPF di Asrama Haji Batam yang dimulai 15-17 September 2006.Namun oleh otoritas Singapura mereka tidak diperkenankan menyeberang ke Batam dan langsung ditahan oleh pemerintah Singapura.Demikian disampaikan oleh Kanuru Ashok Ram, Sekjen National Confederation of Officer Association, sebuah LSM dari India, dalam jumpa pers di Asrama Haji Batam, Jalan Engku Putri, Batam, Sabtu (16/9/2006).Ashok menuturkan, keenam aktivis tersebut diperlakukan secara buruk oleh pemerintah Singapura yang tanpa alasan jelas menahan mereka selama 38 jam oleh pihak kepolisian setempat."Proses interogasi yang melelahkan pun terpaksa mereka alami. Selama ditahan mereka tidak diperbolehkan menghubungi siapapun," tutur Ashok.Ashok mengaku dirinya baru mengetahui kejadian yang menimpa enam aktivis tersebut pada Sabtu pagi ini, ketika mendapat surat elektronik Mishra dan Raghu.Keduanya aktivis asal India yang ditangkap pemerintah Singapura dan langsung memulangkan ke negara asalnya melalui Singapore Airlines.
(ir/)











































