Lumpur Lapindo Bisa Dimanfaatkan untuk Reklamasi Pantai

Lumpur Lapindo Bisa Dimanfaatkan untuk Reklamasi Pantai

- detikNews
Sabtu, 16 Sep 2006 08:51 WIB
Jakarta - Pembuangan lumpur Sidoarjo ke sungai dan laut tidak hanya berdampak negatif. Hal itu bisa dimanfaatkan secara positif apabila ditangani dengan benar.Hal itu diungkapkan Kasubdit Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan Subandono Diposaptono kepada detikcom di Kantor Komnas HAM Jl Latuharhari Pasar Rumput Jakarta Selatan, Jumat (15/09/2006).Subandono menilai, walaupun pembuangan lumpur Sidoarjo berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, namun apabila pembuangan tersebut terkendali dan dialihkan secara positif justru akan memberi manfaat."Kalau ditempatkan benar seperti untuk reklamasi pantai itu bisa jadi solusi menjanjikan. Nantinya, daerah tersebut bisa ditanami mangrove, karena karakteristiknya hampir sama seperti laut," papar Subandono.Dengan adanya penanaman mangrove tersebut, nantinya akan memberi hasil positif karena mangrove tersebut dapat berguna sebagai menahan abrasi, menahan tsunamidan menyerap limbah."Jadi bukan dibuang ke laut tidak terkendali, tapi ditempatkan ke suatu tempat tertentu yang nanti lahannya bisa dimanfaatkan," katanya.Menurut dia untuk meminimalisir dampak negatif hendaknya lumpur tesebut dibuang ke laut yang dalam serta pengendalian pembuangan itu sendiri. Pembuangan yang tidak terkendali akan menyebabkan potensi dampak negatif terhadap lingkungan. "Ke perikanan ada, ke ekosistem ada. Karena lumpur bisa menutup insang, ikan bisa mati. Juga bisa merusak terumbu karang. Tapi kalau penanganannya benar, yatidak," jelasnya.Namun Direktur Eksekutif Walhi, Khalid Muhammad justru berpendapat bahwa pemanfaatan pembuangan lumpur ke laut hanya merupakan suatu bentuk eufimisme belaka. Ia menilai, biar bagaimanapun juga, pembuangan lumpur dengan volume yang besar pasti akan menimbulkan dampak lingkungan yang sangat serius."Pembuangan ke laut tetap bukan merupakan suatu solusi yang tepat," cetusnya. (ahm/)


Berita Terkait