Kalla: Golkar Pernah Jatuh karena Soeharto
Jumat, 15 Sep 2006 23:43 WIB
Cipanas -
Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG) Jusuf Kalla menyatakan partai berlambang pohonberingin itu pernah mengalami kejatuhan disebabkan oleh Soeharto. Alasannya,Soeharto tidak berhasil membawa Indonesia mencapai kemakmuran, sehingga berimplikasi pada kejatuhan partai. Hal itu dinyatakan Kalla saat memberikan pembekalan di dalam acara silaturahmiPartai Golkar Tingkat Nasional di Hotel Prameswari, Cipanas, Jawa Barat, Jumat(15/9/2006). Kalla yang tampil santai dengan kemeja lengan pendek bercorak abu-abu menyampaikan pidato tanpa teksnya selama satu jam."Kita pernah berkuasa selama sekitar 30 tahun, tapi langsung jatuh karena Pak Harto tidak membawa Indonesia makmur," ujar Kalla yang juga Wakil Presiden ini.Karenanya, Kalla menyatakan PG saat ini tidak bisa disamakan dengan PG di masa lalu. "Partai adalah pilar demokrasi. Karenanya partai harus menjalankan rodanya dengan demokratis. Selama ini pilar demokrasi banyak dijalankan dengan otoriter," cetusnya.Dia berpendapat, tujuan partai politik bukanlah kekuasaan. Kepentingan partai adalah membuat negara mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Kekuasaan akan datang kepada partai jika partai mampu memberikan kontribusi terhadap negara."Partai tidak hanya bicara kekuasaan. Kalau hanya bicara angka (kemenangan), maka sama dengan berbicara kekuasaan. Padahal partai lebih dari sekedar kekuasaan. Tujuan kita berpartai adalah kemakmuran bangsa, bukan kekuasaan," tandasnya.Dalam pidatonya, Kalla berulang kali menegaskan para fungsionaris PG mengorientasikan kerja-kerjanya untuk memberikan kontribusi dan prestasi yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk program partai.Menurut Kalla, PG tidak mungkin mendapatkan dukungan jika tidak memberikan prestasi terhadap bangsa. Apalagi, tambah dia, konstituen PG tidak seperti partai lain yang didukung karena memiliki kesamaan kultur dan komunitas. "Tidak ada urusan menjadi nomor satu atau nomor dua. Orang tidak dilihat daribajunya, atau pintar menyanyinya. Yang saya tahu hanya berprestasi," imbuhnya.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































