163 LSM Boikot Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Singapura
Jumat, 15 Sep 2006 23:08 WIB
Batam - Sekitar 163 LSM nasional dan internasional memboikot pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang digelar di Singapura.Keputusan boikot itu diambil setelah sekitar 20 orang aktivis LSM dicekal masuk ke Singapura oleh pemerintah setempat. Meskipun mereka sudah memperoleh izin untuk mengikuti pertemuan tersebut dari Bank Dunia dan IMF.Kalangan LSM malahan menuduh Bank Dunia dan IMF sengaja memilih Singapura sebagai tempat pertemuan mengingat negara dengan icon hewan singa itu cenderung anti aksi demonstrasi."Kedua institusi ini sangat nyaman dengan negara-negara yang yang tidak menghargai kebebasan sipil dan hak asasi manusia," ujar Sameer Dossani dari LSM 50 Years is Enough dalam jumpa pers di sela-sela International Peoples Forum vs the IMF and World Bank di Asrama Haji Batam, Jl Engku Putri, Batam Center, Kepri, Jumat (15/9/2006).Namun sekitar pukul 18.00 WIB, pemerintah Singapura akhirnya mencabut cekal tersebut dan akhirnya membolehkan aktivis mengikuti pertemuan IMF-Bank Dunia itu. Namun LSM menyatakan tetap akan memboikot pertemuan tersebut."Yah apalah artinya pencabutan cekal, kami tetap akan memboikot pertemuan tersebut," ujar Dian Kartika Sari, Deputi Direktur Eksekutif INFID, ketika ditemui detikcom. Dian merupakan salah satu aktivis yang dicekal masuk ke Singapura.Karena kalangan LSM tidak mau hadir, Bank Dunia dan IMF dikabarkan akan menggelar videoconference antara Suntec Singapura dengan Asrama Haji Batam. Saat ini hingga berita ini diturunkan, kalangan LSM masih mendiskusikan tawaran videoconference.
(ahm/)











































