10 Napi Polsek Pademangan Kabur karena Polisi Salah Perkiraan
Jumat, 15 Sep 2006 22:52 WIB
Jakarta - Ibarat nasi sudah menjadi bubur, polisi kini hanya tinggal gigit jari. 10 tahanan yang mendekam di Polsektro Pademangan berhasil melarikan diri. Kaburnya para tahanan ini diakui karena polisi salah perkiraan."Tahanan kabur itu memang tidak terpikirkan oleh kita," kata Kapolsek Pademangan Kompol Golkar Pangarso R Winarsadi, di Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (15/9/2006).Golkar menjelaskan, 10 tahanan yang kabur itu menempati ruang sel karantina yang dulunya diperuntukan bagi tahanan perempuan. Tapi karena kebetulan tidak ada narapidana perempuan, sehingga sel tersebut dipakai oleh tahanan laki-laki yang malam itu berjumlah 13 orang."Kamar mandi yang dijadikan tempat pelarian pun baru sekitar tiga tahun dipakai untuk kamar mandi tahanan, sebelumnya adalah kamar mandi di luar tahanan," ungkapnya.Golkar melanjutkan, sekat dindingnya pun tidak menyambung ke pondasi lantai dua, dan ada celah sekitar 19 cm untuk merayap ke ruangan lain. "Hal itu tidak pernah diperhitungkan akan dipakai jalan kabur," cetus Golkar dengan masygul.Tak mau kecolongan lagi, kini Polsek Pademangan pun berbenah, rehabilitasi bangunan pun dilakukan. Celah antara pondasi lantai 2 dengan dinding kamar mandi ditutup. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada tahanan yang kabur tersebut yang berhasil ditangkap. "Semua anggota sedang dikerahkan, kita pasang foto mereka di tempat-tempat umum seperti terminal. Tempat tinggal rumah mereka juga kita awasi," tegas Golkar.Sebelumnya Pernah TerjadiSebelum 10 tahanan kabur ini terjadi, 2 tahun yang lalu, seorang tahanan wanita kasus narkoba juga berhasil melarikan diri. Tahanan perempuan itu dahulu menempati ruangan dimana 10 tahanan yang kabur mendekam."Yang membedakannya adalah jalan keluarnya. Wanita ini kabur melalui lubang ventilasi kamar mandi lama yang sekarang ini dijadikan gudang, kejadiannya juga dilakukan pada malam hari," ujar Golkar.Akhirnya sejak saat itu lubang ventilasi itu diberi teralis besi dari dua arah, namun ruangan sel selama ini memang tidak banyak mengalami perubahan. "Hanya ada beberapa peningkatan sarana keamanan seperti pemberian teralis besi di setiap ventilasi udara," ucap dia.Namun Golkar mengakui jika jumlah tahanan telah over kapasitas. Sebelum kabur jumlah tahanan berjumlah 67 orang, yang dibagi ke dalam 4 sel, akibatnya cukup berdesakan jika dalam ruangan tersebut ada sekitar 15 orang."Kalau malam hari, pintu dari keempat ruangan sel dibiarkan tak terkunci dan tak jarang beberapa orang tahanan tidur di lorong sel yang berada di dalam komplek ruang tahanan. Kalau tidur didalam sel mungkin pengap," urainya.Namun itu pun dilakukan dengan tetap mengunci pintu utama sel. Dari 4 runag tahanan hanya ruang tahanan A yang memiliki ruang paling luas yakni 5x5 meter persegi. Sementara ruang tahanan lainnya hanya berukuran 4x3 meter persegi.Sepuluh tahanan Polsek Pademangan, Jakarta Utara melarikan diri. Mereka kabur dengan cara menjebol eternit ruang tahanan. Peristiwa ini terjadi Rabu (13/9/2006) antara pukul 03.00-04.00 WIB. Mereka adalah tahanan yang terlibat dalam berbagai kasus. Lima terlibat kasus pencurian, 3 kasus narkoba, 1 kasus penipuan dan 1 orang lainnya adalah kasus kepemilikan senjata tajam.
(ahm/)











































