Gadis Anak Polisi Dijual ke Mantan Pejabat Teras

Gadis Anak Polisi Dijual ke Mantan Pejabat Teras

- detikNews
Jumat, 15 Sep 2006 20:16 WIB
Bali - Penjualan gadis di bawah umur menggemparkan Bali. Tragisnya, seperti iklan 'jeruk makan jeruk' seorang siswi kelas II SMA, anak seorang polisi dijual oleh oknum polisi kepada lelaki hidung belang yang diduga seorang mantan pejabat teras di Kabupaten Karangasem, Bali. Kasus ini terbongkar Senin 11 September 2006. Yang berhasil mengungkapnya adalah bapak korban, seorang polisi yang bertugas di Polres Karangasem, Bali. Ia baru saja pindah tugas dari Kalimantan. Selama ini, korban 'sebut saja Bunga' diasuh oleh pamannya di Karangasem.Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Made Adi Sadnyana Putra ketika dihubungi detikcom via telepon, Jumat (15/09/2006) mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan terhadap Bunga yang tidak pulang ke rumah selama 11 hari, sejak Selasa 28 Agustus lalu. Sang ayah pun melacak keberadaan anaknya dengan mencari informasi ke teman dan guru Bunga. Akhirnya, Bunga ditemukan di sebuah vila di kawasan wisata di Pantai Amed, Kecamatan Abang, Karangasem. Setelah mengetahui nasib tragis anaknya, sang ayah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Karangasem. Dari pemeriksaan, terungkap bahwa Bunga selama ini dijual oleh Oknum Polisi yangbertugas di Polres Karangsem, yaitu Bripka K dan petugas Satpol PP inisial Bd yang juga pelatih karate korban kepada lelaki hidung belang. Para lelaki hidung belang yang sempat menikmati tubuh Bunga diduga di antaranya seorang mantan pejabat teras di Kabupaten Karangasem. Kisah Bunga terjerumus dalam perangkap Bripka K dan Ba bermula ketika ia mengikuti kejuaraan daerah karate di Singaraja, Kabupaten Buleleng pada bulan Agustus 2005.Bunga saat itu duduk di bangku kelas 1 SMA. Di sela-sela kejuaraan tersebut,keperawanan Bunga 'dinikmati' oleh seseorang yang diduga pejabat teras Karangasem yang kini telah melepaskan jabatannya tersebut.Nasib malang Bunga berlangsung dengan mulus hingga terungkapnya kasus ini. "Iamengaku terakhir kali melayani lelaki hidung belang pada Rabu, 16 Agustus," kataSadnyana. (ahm/)


Berita Terkait