Polisi Ringkus Pembobol ATM BRI Pekanbaru
Jumat, 15 Sep 2006 20:05 WIB
Pekanbaru - Poltabes Pekanbaru akhirnya meringkus pembobol ATM BRI Cabang Pekanbaru. Rupanya pelakukanya karyawan bank plat merah itu sendiri. Siapakah mereka?Mereka adalah, Muhamad Fajri petugas Satpam dan Anton Amirda sopir mobil khusus BRI yang selalu membawa uang."Keduanya kini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembobolan ATM.Dari hasil pemeriksaan, otak pelakunya tidak lain Satpam itu sendiri. Dan pembobolan ini sudah direncanakan dengan matang," kata Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Edi Fariyadi saat dihubungi detikcom, Jumat (15/9/20006).Menurut Edi, hasil keterangan dari pihak BRI Cabang Pekanbaru, jumlah uang di kedua ATM yang kemarin dibobol itu hanya Rp230 juta. Hal ini sekaligus meluruskan pemberitaan di media massa yang sempat menulis berjumlah Rp750 juta. "Dari pengakuan tersangka ini, mereka membobol karena terbelit hutang," kata Edi.Dari awal, pihak kepolisian menemukan berbagai kejanggalan atas pembobolan dua unit ATM tersebut. Misalkan saja, pintu serta mesin ATM itu sendiri tidak ada yang rusak. Hanya kotak tempat duit yang tidak lagi ada isianya."Pembobolan itu bisa mulus dilakukan, karena tersangka Muhamad Fajri yang bertugas sebagai Satpam memiliki kunci pintu dan kunci ATM itu sendiri. Makanya cara pencuriannya pun tidak melakukan perusakan apapun. Usai mengambil uang, Fajri memberitahukan pada Anton selaku sopir untuk membawa uang tersebut," jelas Edi.Diperkirakan, tersangka Fajri mengambil uang di ATM pada pukul 03.00 WIB. Dia sendiri malam itu tidaklah sebagai petugas jaga malam. Melainkan malam itu dia memang ditugasi pihak bank untuk memperbaiki plafon ATM yang rusak. "Malam itu sebenarnya ada dua Satpam yang tengah bertugas jaga malam, namun mereka tertidur di pos jaga. Mereka tidur karena tersangka Fajri selaku senior mereka tengah bertugas memperbaiki plafon. Jadi tidak menyangka bila rekan sekerjanya justru membobol Atm itu sendiri," urai Edi.Malah kemarin, dari pantuan detikcom, saat polisi melakukan olah TKP, tersangka Fajri yang bertubuh tambun itu tampak lebih sibuk dan bergaya pura-pura terkejut saat diketahui ATM yang dia jaga dibobol maling.Pun ketika pihak kepolisian meminta sidik jarinya, dia tampak santai seakan bukan dia pelakunya. Tidak terlihat di raut wajahnya rasa kekhawatiran akan terbongkar kedoknya. Anehnya ketika polisi tengah sibuknya melakukan olah TKP, tersangka malah sempat memberikan keterangan ke sejumlah wartawan. "Tapi rupanya dibalik keluguan wajahnya itu, dia sendiri malingnya. Makanya jangan mudah percaya dengan orang-orang berwajah lugu," tutur Edi sambil tertawa.
(ahm/)











































