Laporan dari Oslo
Potensi Energi Indonesia Menantang Norwegia
Jumat, 15 Sep 2006 19:55 WIB
Oslo - Cadangan sumber minyak RI masih ada 9 miliar barel. Potensi energi terbarui juga belum tergarap optimal. Ini tantangan menarik Norwegia untuk kerjasama dan investasi.Demikian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro memaparkan dalam seminar Energy Forum on Indonesia di Grand Hotel, Oslo, Norwegia, Jumat (15/9/2006).Purnomo mengatakan bahwa cadangan sumber minyak bumi Indonesia yang 9 miliar barel, itu terdiri 4,187 miliar sudah terbukti, sisanya merupakan sumber potensial. Selain itu bumi Indonesia masih menyimpan cadangan besar gas bumi, terbesar ada di Kepulauan Natuna."Indonesia telah merancang Gas Grid (jaringan gas), dari Natuna ke Singapura, Malaysa, hingga Thailand. Natuna ke depan akan menjadi sumber gas untuk ASEAN," kata peraih Phd pada Colorado School of Mines, Golden, Colorado, AS itu. Jaringan ini masih akan dikembangkan dari Natuna ke Sumatera Tengah-Medan-Jawa. Peluang menarik lainnya untuk investasi adalah penyulingan. Ini menjanjikan karena konsumsi BBM di Indonesia sangat tinggi, dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa. "Di samping BBM dan gasbumi yag tak terbarui, Indonesia masih mempunyai potensi sumber energi terbarui (listrik, red), yang hingga kini belum optimal digarap," ungkap Purnomo, yang mempresentasikan makalah "Kebijakan Energi dan Peluang Investasi di Indonesia."Menteri kelahiran Semarang itu merinci bahwa Indonesia saat ini memiliki potensi sumber energi listrik tenaga air (PLTA) hingga 75.670 MW, tapi yang terpasang baru 4.200 MW. Sedangkan PLTA mikro, potensinya 458,75, terpasang baru 54 MW.Selain itu masih ada potensi listrik panas bumi yang besarnya 27.000 MW, tapi terpasang baru 807 MW. Dan yang saat ini sedang digalakkan adalah biomassa dengan potensi 49.810 MW, namun yang terpasang hanya 302,4 MW.Menurut Purnomo, masih ada daya tarik investasi lainnya yang menjanjikan, yakni terkait dengan konsep ASEAN Power Grid (Jaringan Listrik ASEAN) dan Indonesia Grid (Jaringan Indonesia). Jalur pertama Johor-Sumatera Tengah, kedua Serawak-Kalimantan Barat. Yang sudah selesai dikerjakan adalah dari Bali ke Jawa Timur. Sedangkan yang masih dikerjakan dari Jawa Timur ke Jawa Tengah dan Barat.Indonesia, kata Purnomo, masih mempunyai cadangan energi lainnya yakni batubara. Saat ini ada 170 juta ton/tahun dan ke depan diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 250 juta ton/tahun. "Ini menempatkan Indonesia sebagai eksportir batubara terbesar kedua di dunia setelah Australia. Sebab Cina tidak eskpor lagi karena dipakai untuk kebutuhan dalam negeri," demikian Purnomo.
(es/)











































