Limfoma Renggut 200 Ribu Nyawa Tiap Tahun
Jumat, 15 Sep 2006 16:58 WIB
Jakarta - Setiap tahun tidak kurang dari 200 ribu orang meninggal akibat limfoma. Penyakit yang menyerang kelenjar getah bening ini paling cepat tumbuh nomor 3 setelah kanker kulit dan paru-paru.Hal tersebut diungkapkan konsultan hematologi RS Kanker Dharmais dr Djumhana dalam acara peringatan Hari Limfoma Sedunia di Departemen Kesehatan, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/9/2006)."Saat ini sekitar 1,5 juta orang di dunia hidup dengan limfoma. Pertumbuhannya meningkat mencapai 80 persen antara tahun 1970 sampai 1990-an. Saat ini Indonesia menempati urutan ke empat di dunia dalam perkembangan penyakit itu," kata Djumhana.Meski demikian, Djumhana meminta masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Meski masuk dalam kategori ganas, penyakit limfoma ini masih bisa disembuhkan dengan perawatan intensif.Respons RendahKetua Masyarakat Peduli Limfoma Indonesia (MPLI) Ibrahim Zakir menyesalkan respons pemerintah yang masih rendah terhadap penyakit ini. Usaha yang dilakukan pemerintah baru sebatas sosialisasi."MPLI akan terus mengupayakan agar Depkes dapat memasukkan limfoma ke dalam asuransi kesehatan," ujar Ibrahim.Limfoma adalah jenis penyakit kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Penyakit ini rentan terjadi pada orang dewasa berusia antara 45 hingga 60 tahun. Penyakit ini disebabkan berbagai hal, yakni faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus, dan toksin lingkungan.
(djo/sss)











































