Water Canon & 300 Polisi Antisipasi Tawuran UKI-UBK

Water Canon & 300 Polisi Antisipasi Tawuran UKI-UBK

- detikNews
Jumat, 15 Sep 2006 16:33 WIB
Jakarta - Mengantisipasi tawuran susulan UKI-UBK, 1 unit water canon dan 300 aparat dikerahkan. Kampus UKI diliburkan. Sedangkan perkuliahan di UBK berjalan normal.Water canon tampak nongkrong di depan Bioskop Megaria, Jalan Diponegoro. Sedangkan 300 personel polisi disebar di dua titik, tepatnya di Jalan Kimia dan Jalan Diponegoro.Aparat yang terdiri dari 1 SSK Brimob, 1 SSK Polres Jakarta Pusat, 1 pleton polsek terlihat duduk-duduk. Personel Brimob tampak dilengkapi tameng dan pentungan."Ini antisipasi kejadian yang kemarin agar tidak berkembang. Biasanya ada gesekan karena dendam. Kita antisipasi lebih awal supaya tidak meluas," kata Kapolsek Menteng Kompol Yakub Dedi Karyawan, Jumat (15/9/2006).Apa dapat informasi warga akan ikut tawuran? "Diduga, karena sekarang masih dalam penyelidikan Polres Jakarta Pusat. Saat ini, UKI diliburkan. Tetapi UBK tetap masuk," ujarnya.Menurut dia, pemicu tawuran sangat kompleks. "Kita minta pihak kampus memberitahu, mendidik mereka supaya tidak terulang lagi," cetus Yakub.Mahasiswa UKI dan UBK pada Jumat 14 September sekitar pukul 17.00 WIB terlibat tawuran. 20 Mahasiswa UKI yang bersenjata celurit, samurai, dan kayu mendatangi tempat nongkrong mahasiswa UBK. Melihat musuhnya datang dalam jumlah banyak, mahasiswa UBK pun lari ke dalam kampus.Gagal mendapat buruan, mahasiswa UKI ngamuk. Seorang pengguna jalan, Rangga (21) jadi sasaran. Dia mengalami luka di sekujur tubuh. Mahasiwa UBK yang lari ke kampus datang dengan membawa sejumlah teman dan mengejar mahasiswa UKI bersama warga setempat.Sementara Rangga dibawa ke RSCM dan menjalani operasi bedah. Namun nyawanya tak tertolong. Rangga meninggal pukul 20.00 WIB. (aan/sss)


Berita Terkait