BMI Tuding Agung Laksono Terlibat Mafia Hutan di Kalsel
Jumat, 15 Sep 2006 15:11 WIB
Jakarta - Banteng Muda Indonesia (BMI) meminta Mabes Polri menangkap Ketua DPR Agung Laksono karena melakukan persekongkolan jahat dengan cukong kayu di Batulicin, Kalimantan Selatan.Desakan itu disampaikan puluhan aktivis BMI DKI Jakarta saat berunjuk rasa di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (15/9/2006). Koordinator lapangan BMI DKI Jakarta, Deddy FP, mengatakan pihaknya memiliki informasi yang kuat mengenai persekongkolan jahat itu. Dalam kunjungan khusus Agung ke PT Kodeco Timber Kalsel di Batulicin pada Juli 2006, Agung telah meminta PT Kodeco melakukan pungutan terhadap beberapa perusahaan lainnya. "Kami minta Mabes Polri untuk menindaklanjuti kasus ini. Tidak ada muatan politis. Ini semata-mata karena kami peduli pada kondisi negara," tukas Deddy.Seperti aksi unjuk rasa lainnya, massa BMI juga membawa sejumlah spanduk. Spanduk-spanduk itu berbunyi 'Tangkap Backing Cukong Kayu Agung Laksono' dan 'Segera Usut Tuntas Penjarahan Hutan PT Kodeco Indonesia di Batulicin'.Namun entah mengapa, demo yang digelar BMI ini hanya berlangsung singkat. Baru sekitar 10 menit beraksi, para demonstran langsung balik kanan.Siap Dipanggil PolisiKetua BMI DKI Jakarta, Iwan Sumule, mengaku dimintai keterangan oleh polisi atas tuduhan yang diusungnya. Pihaknya saat ini juga masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti tambahan."Kita ingin Kapolri memenuhi janjinya untuk mengusut semua kasus korupsi yang ada. Saya siap diperiksa jika memang diperlukan," kata Iwan.Menurut Iwan, kerugian negara akibat perbuatan PT Kodeco cukup besar. Hal ini mengingat kerusakan yang terjadi pada 300 ribu hektar hutan dan 150 ribu hektar hutan lindung di Kalimantan Selatan. Hal ini wajar mengingat perusahaan tersebut beroperasi sejak tahun 1968."Dana reboisasi tidak pernah digunakan untuk memperbaiki hutan oleh mereka. PT Kodeco juga tidak menyerahkan 20 persen dari hasil pengelolaan hutan ke Koperasi Perhutan sesuai SK Menhut. Mereka berani karena ada yang melindungi," tutur Iwan.
(djo/)











































