Laporan dari Washington
Wexler Tegaskan SBY Layak Meraih Nobel Perdamaian
Jumat, 15 Sep 2006 14:21 WIB
Washington, DC - Anggota Kongres AS Robert Wexler benar-benar kesengsem dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menjelang pengumuman pemenang nobel Oktober 2006 nanti, Wexler kembali meyakinkan panitia Nobel di Norwegia bahwa SBY layak meraih Nobel Perdamaian. "Pada bulan Januari, dengan bangga saya mencalonkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006, berdasarkan peran utamanya dalam mencapai kesepakatan damai dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyusul bencana tsunami tahun 2004. Hari ini saya menulis surat yang menegaskan keyakinan saya yang kuat bahwa tidak ada calon yang lebih pantas menerima hadiah tersebut selain Presiden Yudhoyono."Demikian 'lobi' Wexter dalam suratya yang dikirimkan hari Kamis (14/9/2006) kepada panitia hadiah nobel di Norwegia. Dalam surat kedua yang dikirim ke panitia nobel, anggota Kongres Partai Demokrat dari negara bagian Florida ini memuji habis SBY. Isi yang hampir sama juga tercantum dalam surat yang dikirimkan Wexler pada 25 Januari 2006 lalu saat menominasikan SBY. Di mata Wexler, SBY berhasil meneken perjanjian damai dengan GAM. Dan dalam surat terbarunya ini, Wexler juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan perjanjian damai itu. "Kini, setelah hampir sembilan bulan saya mengirimkan surat yang pertama, saya senang melaporkan bahwa tidak saja perjanjian itu terpelihara, tapi juga daerah Aceh mengalami kemajuan meski dihadang banyak tantangan," kata Wexler dalam suratnya seperti dilaporkan wartawan detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini. Penilain Wexler terhadap situasi Aceh pasca perjanjian damai ini didasarkan pada pengamatannya saat ia mengunjungi Aceh baru-baru ini. Menurut Wexler yang juga menjadi salah satu ketua Kaukus Kongres untuk Indonesia ini, SBY memenuhi banyak kriteria untuk dinobatkan sebagai peraiah Hadiah Nobel perdamaian. Ia membantu memecahkan konflik bersenjata yang tak berkesudahan lewat perjanjian damai yang melibatkan upaya pengendalian dan perlucutan senjata. Lebih dari itu, kata Wexler, SBY membantu memulihkan hak-hak politik warga Aceh. "Presiden Yudhoyono telah menunjukkan dirinya sebagai reformis sejati dan mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan untuk semua rakyat Indonesia. Karena itu, dalam pandangan saya ia sangat layak untuk dipertimbangkan oleh panitia Hadiah Nobel. Memberi Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Yudhoyono akan memberi pesan yang tegas bahwa masyarakat internasional mengakui dan mendukung individu-individu yang menempuh cara damai dan rekonsiliasi daripada mereka yang meraih tujuan melalui kekuatan militer," kata Wexler di bagian akhir suratnya.
(asy/)











































