RI Kurang Ngotot Tangani Hambali

Laporan dari Washington

RI Kurang Ngotot Tangani Hambali

- detikNews
Jumat, 15 Sep 2006 09:57 WIB
RI Kurang Ngotot Tangani Hambali
Washington - Gembong peledakan bom Indonesia, Ridwan Isamuddin alias Hambali, ditahan pemerintah AS di penjara Guantanamo, Kuba. Hingga sekarang, pemerintah Indonesia belum bisa mendapat akses bertemu pria asal Cianjur, Jawa Barat itu. Menurut Ketua DPR Agung Laksono, pemerintah kurang berusaha keras. "Saya rasa pemerintah Indonesia kurang berusaha keras. Karena itu, saya mendesak kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan-tindakan agar ada kejelasan," ujar Agung saat ditemui usai menyampaikan pidato kebijaksanaan yang digelar The United States-Indonesia Society (USINDO) di Washington, DC, Kamis (14/9/2006) waktu setempat. Pada kesempatan itu, Agung juga menyentil pemerintah AS yang hingga sekarang belum sudi memberi akses kepada pemerintah Indonesia untuk bertemu dengan Hambali. "Etikanya, kalau kejadiannya di Indonesia dan dilakukan orang Indonesia ya harus diselesaikan di Indonesia," tandas Agung sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini.Nampak hadir dalam ceramah Agung Laksono Duta Besar Indonesia untuk AS, Sudjanan Parnohadinigrat, pengamat politik Indonesia dari Northwestern University, Jeffrey Winters dan anggota DPR RI Yuddhy Chrisnandi. Dalam salah satu bagian pidatonya, Agung membeberkan proses demokratisasi yang sedang menggelinding di Indonesia. Dalam era demokratisasi, kata Agung, parlemen Indonesia mengalami pemberdayaan politik. Namun ia menampik pendapat bahwa sistem pemerintahan Indonesia sekarang cenderung 'legislative heavy.' "DPR tidak pernah bermaksud menjadi monster politik yang menghalang-halangi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah. Dalam pandangan kami, eksekutif adalah patner yang sederajat untuk memperkuat demokrasi di Indonesia," cetus Agung. Selain berpidato di USINDO, dalam lawatannya selama tiga hari di AS, Agung juga menemui sejumlah anggota pejabat dan anggota Kongres AS seperti Wakil Menteri Luar Negeri AS urusan politik Nicholas R. Burns, Senator Kit Bond dan Robert Wexler, anggota Kongres yang juga salah satu ketua Kaukus Kongres untuk Indonesia. Dari pertemuan-pertemuannya itu, Agung menengarai bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika kini sedang membaik. "Hubungan Indonesia-Amerika tidak ada soal lagi. Anggota Kongres tidak lagi menyoal masalah Papua dan Aceh," ujar dia. (asy/)



Berita Terkait