Keberangkatan Tertunda, Pasukan TNI Akan Cek Perlengkapan

Keberangkatan Tertunda, Pasukan TNI Akan Cek Perlengkapan

- detikNews
Jumat, 15 Sep 2006 06:55 WIB
Jakarta - Keberangkatan Batalyon Mekanis TNI (Kontingen Garuda XXIII-A) ke Libanon ditunda dari 28 September menjadi 24 Oktober 2006. Penundaan ini akan dimanfaatkan pasukan TNI yang akan mengemban misi perdamaian PBB dengan mencek kesiapan perlengkapan, termasuk persoalan administrasi."Kebetulan saat ini pasukan Satgas Batalyon Mekanis TNI masih istirahat usai latihan kemarin, Minggu sore nanti kami kembali ke Cilodong, apakah tetap standby atau bagaimana, kami tinggal menunggu saja keputusan dari Mabes TNI," ujar perwira penerangan Kontingen Garida XXIII-A, Mayor Kav Muhammad Irawadi saat dihubungi detikcom, Jumat (15/9/2006).Menurut Irawadi, kemungkinannya dalam masa menunggu pemberangkatan ini akan digunakan untuk mempersiapkan segala seuatunya, seperti perlengkapan maupun menyelesaikan semua administrasi. Dijelaskannya, semua perlengkapan yang diberikan kepada seluruh pasukan berupa empat stel perlengkapan untuk empat musim di Libanon juga belum dicoba."Ada yang belum kita coba, akan kita coba. Begitu juga dengan saya sebagai staff, ya akan mengecek perlengkapan apa yang belum siap, seperti kamera, handycam, video," jelas Irawadi.Seperti diketahui penundaan keberangkatan Satgas Batalyon Mekanis TNI dijelaskan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda TNI Moh Sunarto, Kamis (14/9/2006) kemarin. Pengiriman pasukan yang semula dijadwalkan pada tanggal 20 September 2006 untuk Tim Aju (Advance) dan 28 September 2006 untuk Badan Utama (pasukan secara keseluruhan) mengalami perubahan menjadi tanggal 10 Oktober 2006 untuk Tim Aju dan 24 Oktober 2006 untuk Badan Utama.Perubahan ini atas permintaan Markas Besar UNIFIL yang mengatakan bahwa saat ini kegiatan pengaturan distribusi pasukan di lapangan sangat padat, sehingga diperlukan penyesuaian tanggal kedatangan Kontingen Garuda XXIII-A di Libanon. Guna menunggu keberangkatan prajurit TNI ini akan dikembalikan sementara ke kesatuannya masing-masing."Yang jelas nanti kita menunggu pemberitahuan dari Komandan Satgas, apakah akat tetap pool di sini atau kembali ke kesatuan masing-masing," tambah Irawadi. (zal/)


Berita Terkait