FPDIP: Impor Beras Mengada-ada
Jumat, 15 Sep 2006 00:18 WIB
Jakarta - Alasan pemerintah mengimpor beras untuk menjaga stok beras dalam negeri agar tetap aman dinilai sangat mengada-ada. Jika tetap ngotot, FPDIP akan menggalang dukungan fraksi lain di DPR untuk mengajukan hak interpelasi."Intinya pemerintah mengada-ada saja," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo usai acara pelantikan Badan Pemenangan Pemilu (BP-Pemilu) di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (14/9/2006).Dari data yang dikumpulkan PDIP di sejumlah daerah penghasil beras, hingga Januari 2007 stok beras ternyata mencukupi. Untuk panen bulan Sepetember-November diperkirakan mencapai 1 juta ton beras."Gubernur Jatim, Jateng, Jabar, Banten dan Sulsel menyatakan stok beras cukup," tegasnya.Dia mempertanyakan, impor beras ini untuk kepentingan siapa. Pemerintah, petani ataukah pengusaha. Jika pemerintah berpihak pada petani, seharusnya beras hasil panen tersebut dibeli dengan harga yang tinggi."Yang paling penting pemerintah memberikan kesempatan kepada Bulog untuk membeli hasil panen petani. Jangan kita mengimpor beras dalam pengetian pasar global tapi merugikan nasib petani yang hasil panennya tidak bisa dibeli," cetus Tjahjo."Saya kira beras hasil panen dijadikan beras raskin, tidak masalah," tandasnya.
(bal/)











































