Kongres Seniman Rakyat Lima Gunung Digelar di Magelang

Kongres Seniman Rakyat Lima Gunung Digelar di Magelang

- detikNews
Kamis, 14 Sep 2006 19:44 WIB
Magelang - Festival 5 Gunung kembali digelar oleh para seniman di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berbagai kegiatan seni akan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu 16-17 September 2006 di lereng Gunung Merbabu. Ratusan seniman dari lima gunung di wilayah Magelang, yakni dari Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Menoreh dan Andong akan unjuk kebolehan. Hajatan besar tiap tahun itu akan digelar di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Magelang. Pimpinan Yayasan Lintas Gunung (YLG), Haris Kertorahardjo kepada wartawan di Kota Magelang, Kamis (14/9/2006) menyatakan panitia sempat kesulitan mencari sponsor untuk kegiatan ini. "Hingga menjelang pelaksanaan, akhirnya ada beberapa perusahaan yang mau mensponsori kegiatan," kata Haris.Beberapa kelompok kesenian yang akan tampil, antara lain, Ritual Telompak, Rodat Mejing, Grasak Banyusidi, Soreng Gejayan, dan Lengger gunung Sumbing. Selain seni perwakilan 5 gunung juga akan dipentaskan, kirab mubeng desa, wayang wong serta kesenian Barongsai 9 Naga dari Magelang. Sementara itu, seniman Magelang, Sutanto Mendut menambahkan pada Festival 5 Gunung kali ini juga akan digelar sarasehan budaya bertajuk Kebudayaan Gunung Dalam Fenomena Perspektif Global. Slamet Gundono seniman asal Solo, Si burung Merak WS Rendra dan beberapa seniman dari Jakarta akan akan hadir dalam sarasehan itu. Menurut dia, Festival 5 Gunung sebenarnya merupakan kongres kesenian rakyat dari lima gunung yang mengelilingi Magelang. "Hajatan seni ini bukan seperti hajatan kesenian orang kota atau modern, tapi pestanya rakyat pedusunan dari pergulatan jiwa dalam berkesenian yang sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari," katanya. Dia mengakui usaha festival gunung untuk meningkatkan kesejahteraan seniman telah gagal karena menginjak tahun kelima ini seniman gunung tetap saja miskin secara materi. "Namun tidak jadi masalah, meski gagal tidak bisa mengangkat kesejahteraan seniman dan tetap saja kere. Kesenian yang selalu menyatu dalam kehidupan sehari-hari itu yang perlu dicontoh," kata Tanto panggilan akrabnya. (asy/)


Berita Terkait