Keberangkatan Pasukan TNI ke Libanon Diundur Oktober

Keberangkatan Pasukan TNI ke Libanon Diundur Oktober

- detikNews
Kamis, 14 Sep 2006 17:18 WIB
Jakarta - Keberangkatan Batalyon Mekanis TNI (Kontingen Garuda XXIII-A) ke Libanon untuk mengemban misi perdamaian PBB mengalami perubahan. Pengiriman pasukan yang semula dijadwalkan pada tanggal 20 September 2006 untuk Tim Aju (Advance) dan 28 September 2006 untuk Badan Utama (Main BodyI mengalami perubahan menjadi tanggal 10 Oktober 2006 untuk Tim Aju dan 24 Oktober 2006 untuk Badan Utama (pasukan secara keseluruhan).    Perubahan jadwal pergeseran pasukan Batalyon Mekanis TNI ini mengacu dan disesuaikan dengan permintaan dan Markas Besar UNIFIL yang mengatakan bahwa saat ini kegiatan pengaturan distribusi pasukan di lapangan sangat padat, sehingga diperlukan penyesuaian tanggal kedatangan Kontingen Garuda XXIII-A di Libanon. Demikian penjelasan tertulis Kepala Pusat Penerangan TNILaksamana Muda TNI Moh Sunartoyang diterima detikcom, Kamis (14/9/2006).    Adanya tenggang waktu 14 hari antara keberangkatan Tim Aju (Advance) dengan Badan Utama (Main Body) ditetapkan berdasarkan pertimbangan bahwa dibutuhkan untuk pergeseran alat utama melalui laut antara 10-14 hari, sehingga diharapkan Badan Utama dapat tiba mendahului alat utama di daerah operasi.    Tim Aju yang semula berangkat direncanakan 24 orang menjadi 125 orang (10-15% dari jumlah personel Badan Utama). Penetapan jumlah Tim Aju yang berangkat mendahului didasari atas pertimbangan tugas-tugas penyiapan penerimaan Badan Utama yang harus dilaksanakan sebelum Badan Utama tiba. Disamping itu juga dengan jumlah 125 orang, dianggap cukup memadai untuk melaksanakan pertahanan dan mengurus segala sesuatunya secara mandiri. Dari 125 orang yang termasuk dalam Tim Aju terdiri dari unsur komando (command element) yang terdiri dari aspek personel/perwira staf, logistik, komunikasi, alat peralatan dan Detasemen Markas.    Sambil menunggu keberangkatan prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-A untuk sementara dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dan di kesatuannya tetap dilaksanakan pemeliharaan mental, fisik dan keterampilan keprajuritan. (nrl/)


Berita Terkait