BK Janji Tak Ajak Istri ke LN
Kamis, 14 Sep 2006 14:07 WIB
Jakarta - Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR berjanji tidak membawa istri atau keluarganya ikut serta dalam lawatan studi banding keluar negeri dalam waktu dekat."Kami tidak akan bawa istri, itu tidak boleh. Kali ini jangan ada yang menodai. BK harus memberi contoh," ujar anggota BK Suratal kepada detikcom di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2006).Dalam kunjungan ke luar negeri ini, rombongan BK akan dipecah dua karena ada dua negara yang akan dikunjungi.Pada 16 September sebagian anggota BK akan berangkat menuju Afrika Selatan. Sementara pada 17 September, rombongan kedua akan bertolak ke Amerika.Kunjungan ini bertujuan untuk mencari informasi dan perbandingan tentang sistem lembaga kehormatan dewan di kedua negara tersebut."Kita akan belajar soal etika, pembatasan-pembatasan, keanggotaan BK, juga tentang sanksi," ungkap Suratal.Kunjungan tersebut rencananya akan berlangsung selama 5 hari. Alasan pemilihan kedua negara itu, karena Afsel dan Amerika menggunakan sistem bikameral (dua kamar) seperti halnya Indonesia."Meski sistem bikameral di sini tidak jelas, tapi ini kunjungan resmi loh. Nanti kita pulang harus lapor sesuai apa yang kita pelajari," kata politisi gaek dari PDIP ini.Saat ditanya soal anggaran, Suratal mengaku tidak mengetahuinya. "Soal anggaran itu urusan Pak Slamet (Ketua BK Slamet Effendy Yusuf) dan Setjen," katanya.
(umi/)











































