Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Presiden Israel Nonaktif
Kamis, 14 Sep 2006 00:35 WIB
Jerusalem -
Skandal pelecehan seksual menimpa Presiden Israel Moshe Katshav. Dia dituding melakukan pelecehan terhadap pegawainya. Polisi Israel pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap Katshav.Pada Rabu 13 September, untuk kelima kalinya Katshav diperiksa polisi. Skandal yang menghebohkan ini dapat mengakhiri karir politik presiden berusia 61 tahun ini.Katshav selama 5 jam diberi berbagai pertanyaan oleh polisi terkait tudingan pelecehan seksual itu. "Dia diperiksa di rumahnya di Jerusalem," kata Juru Bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld, seperti dikutip, AFP, Rabu (13/9/2006). Namun Rosenfeld tidak menjelaskan secara rinci apakah pemeriksaan akan dilanjutkan terus atau tidak. Pada minggu lalu, Katshav telah diperiksa 2 kali secara berurutan, setelah sebelumnya dia telah diperiksa pada Agustus lalu.Katshav, ayah 5 anak, menghadapi tudingan pelecehan seksual terhadap sekurangnya 2 wanita yang menjadi pegawainya. Katshav diduga memaksa pegawainya untuk berhubungan seks dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangannya.Katshav telah menghadapi tekanan agar mundur dari jabatannya, tetapi dia membantah tudingan itu dan menolak pemanggilan pihak berwenang.Sebuah komite di parlemen telah menyetujui permintaan dari Katshav yang disampaikannya pada Selasa 12 September lalu, agar tugasnya sebagai presiden dinonaktifkan sehingga dia tidak memimpin selama kasus ini diselidiki."Dengan cara ini Presiden Katshav ingin mencegah kontroversi yang dapat muncul," kata juru bicara kepresidenan Hagit Cohen.Skandal Katshav adalah peristiwa terbaru yang memukul kepemimpinan di Israel. Sebelumnya Perdana Menteri Ehud Olmert mendapatkan reaksi kemarahan publik karena kegagalannya dalam perang selama 34 hari baru-baru ini melawan Hizbullah.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































