Warga Demo PLN, Minta Listrik Tak Padam Pas Ramadan
Rabu, 13 Sep 2006 17:00 WIB
Makassar - Pemadaman bergilir yang terjadi di Makassar sejak akhir Agustus lalu membuat warga resah. Lebih-lebih sebentar lagi Ramadan, warga khawatir ibadah mereka terhambat. "Kami hanya meminta agar PLN tidak melakukan pemadaman listrik saat bulan Ramadan nanti," ujar Arman, koordinator lapangan Front Pemuda Bersatu (FPB) saat mendatangi kantor PLN Wilayah VII Sulsel dan Sulawesi Tenggara, Jl Hertasning, Makassar, Rabu (13/9/2006). Para pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 50 orang ini memprotes kebijakan PLN yang melakukan pemadaman bergilir di Sulsel. Pemadaman ini adalah ketiga kalinya sejak dua tahun terakhir di Makassar. Pemadaman ini kembali dilakukan sejak akhir Agustus dengan alasan debit air di PLTA Bakaru mengalami krisis. FPB meminta agar pihak PLN untuk sementara tidak melakukan pemadaman bergilir saat bulan Ramadan nanti. "Kami hanya meminta agar pada bulan Ramadan nanti, listrik dipadamkan. Waktu Piala Dunia berlangsung, PLN tiba-tiba langsung menjamin bahwa pemadaman tidak akan dilakukan. Kenapa pada bulan Ramadan tidak diperlakukan hal yang sama," ujar Arman. Pemadaman Dihentikan Jika HujanSementara itu, General Manager PLN Wilayah Sulselra, Arifuddin Nurdin, menampik jikalau pemadaman bergilir dilakukan tanpa alasan yang jelas. "Hingga saat ini, pemakaian listrik untuk wilayah saya itu sudah mencapai 420 mega watt, sementara kemampuan yang kami miliki hanya mencapai 368 mega watt," terangnya. Akibatnya, menurut Arifuddin, mau tak mau harus dilakukan pemadaman begilir. Belum lagi kondisi PLTA Bakaru sebagai salah satu PLTA yang punya sumbangsih besar untuk listrik di Sulsel. "Debit air di Bakaru di bawah ketentuan yang seharusnya. Namun, jika pada bulan Ramadan nanti terjadi hujan, kami berjanji kami tidak akan melakukan pemadaman," kata Arifuddin.
(nrl/)











































