Pimpinan DPRD DKI Tolak Pelebaran Sudirman-Thamrin
Rabu, 13 Sep 2006 13:35 WIB
Jakarta - Upaya Pemprov DKI Jakarta memperlebar Jalan Sudirman-Thamrin untuk mengurangi kemacetan ditentang pimpinan DPRD DKI. Alasannya, pelebaran jalan itu dianggap hanya akan menambah mobil pribadi sehingga memperparah kemacetan di Jakarta."Penambahan Jalan Sudirman-Thamrin kurang tepat dan tidak menyelesaikan masalah kemacetan," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ahmad Heryawandi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rau (13/9/2006).Selain memperparah kemacetan, penambahan Jalan Sudirman-Thamrin yang menelan biaya Rp 30 miliar itu, dinilai Ahmad bertolak belakang dengan upaya mengalihkan automobile transportation (penggunaan mobil pribadi) ke public transportation (kendaraan umum), seperti busway, monorel dan subway.Dengan adanya program pengalihan ini, maka masalah kemacetan dapat diselesaikan dengan sendirinya. Untuk itu Ahmad meminta pelebaran Jalan Sudirman-Thamrin dikaji lagi dan meminta pemprov konsisten menghadirkan sarana transportasi publik yang aman dan cepat untuk masyarakat Jakarta."Tidak adanya polusi, kecepatan, kenyamanan itu perlu dihargai," ujar Ahmad.Pelebaran Jalan Sudirman-Thamrin rencananya akan dilakukan Oktober hingga Desember 2006. Proyek ini akan mengorbankan taman dan pohon-pohon di sepanjang jalur tersebut.
(umi/sss)











































