DPR Pertanyakan Perbedaan Harga Panser Usulan Menhan
Rabu, 13 Sep 2006 12:47 WIB
Jakarta - Perbedaan harga yang diusulkan Menhan Juwono Sudarsono dalam pembelian panser untuk peralatan misi perdamaian TNI di Libanon dipertanyakan pimpinan DPR.Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif menilai usulan Menhan kepada panitia anggaran dan pernyataan Menhan yang menegaskan harga pembelian panzer bisa turun menjadi 500 ribu Euro merupakan sesuatu yang aneh, karenanya harus diteliti."Ini aneh, kenapa bisa berbeda dari yang diusulkan antara 700-800 ribu Euro dengan pernyataan yang terakhir (450-510 ribu Euro)," kata Zaenal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2006).Karena pembelian panser ini menggunakan dana APBN-P yang notabene uang rakyat, KPK harus proaktif mengusut perbedaan angka ini. Karena jika dibiarkan akan menjadi persoalan di belakang hari."KPK bisa turun tangan untuk mengusut hal ini, kenapa kok bisa terjadi," katanya.Terkait dugaan adanya beberapa anggota Komisi I yang dimanfaatkan para rekanannya untuk membatalkan pembelian panser dari Prancis, Zaenal membantahnya.Menurut dia, kritikan anggota Komisi I semata-mata untuk mengefektifkan dan mengoptimalkan penggunaan keuangan negara."Nggak ada itu, kita hanya ingin mengkritisi, jangan sampai kita membeli sesuatu yang tidak tepat sasaran," katanya.
(umi/sss)











































