PKB Imin di Jateng Imbau Kubu Anam Segera Insyaf

PKB Imin di Jateng Imbau Kubu Anam Segera Insyaf

- detikNews
Rabu, 13 Sep 2006 12:23 WIB
Solo - Insiden perebutan aset telah terjadi di Jawa Tengah yang dilakukan oleh dua kubu PKB yang berseteru. Merasa di atas angin, fungsionaris PKB Imin di Jateng mengimbau kubu Anam segera insyaf dan menghentikan semua kegiatan mengatasnamakan PKB. Alasannya untuk menghindari konflik terbuka.Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPW PKB Jateng M Toha kepada wartawan di Solo, Rabu (13/9/2006). Menurutnya tidak ada alasan lagi bagi PKB kubu Anam untuk mengklaim sebagai PKB yang sah setelah MA memenangkan kubu Imin dan didukung Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang membatalkan legalitas PKB Anam."Saya minta semua pihak di internal PKB yang selama ini menyatakan berseberangan dengan PKB yang sah untuk segera insyaf, menyadari kekeliruan dan kembali bergabung membesarkan partai untuk bersama-sama berjuang menyalurkan aspirasi umat. Kami akan menerima dengan tangan terbuka," papar Toha.Jika kubu Anam tetap melakukan kegiatan atas nama PKB, lanjutnya, sudah barang tentu jika ada reaksi-reaksi dari pihak pengurus dan pendukung PKB hasil muktamar Semarang atau yang sering disebut PKB Imim yang merasa mendapat legalitas hukum kuat sebagai PKB yang sah."Kalau memang masih ada ganjalan lebih baik diam dan kami harap lambat-laun bisa bergabung lagi. Jangan menggangu kegiatan yang dilakukan PKB. Penggunaan atribut partai dengan cara yang tidak sah itu pun bisa dikategorikan menggangu, apalagi penguasaan aset," ujar politisi muda PKB yang saat ini juga menjabat Wakil Bupati Sukoharjo tersebut.Penyelesaikan Ala SantriSementara itu anggota DPRD Jateng dari Solo, Hussein Syifa', mengimbau pengurus PKB untuk lebih arif dalam mengambil tindakan dalam menyikapi perseteruan internal. Orang dekat Gus Dur tersebut meminta kedua pihak mengedepankan akhlak santri dengan menghindari cara-cara kekerasan."Bagi yang pernah nyantri, pastinya akhlak terpuji dan jiwa salaf yang ditanamnya ulama selama mondok seharusnya tidak akan gampang hilang. Cara-cara kekerasan, bukan hal yang dianjurkan oleh kiai," ujarnya.Hussein berharap penyelesaian kasus PKB secara elegan dengan mengedepankan pendekatan hati. Ini mengingat yang berkonflik adalah sesama keluarga besar santri. Lagipula di kedua belah pihak, ada beberapa ulama berpengaruh yang pantas dihormati.Seperti diketahui, Selasa kemarin terjadi pendudukan kantor DPW PKB di Semarang yang semula ditempati kubu Anam. Pendudukan oleh kubu Imin itu dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir Karding dan beberapa fungsionaris lainnya. (nrl/)


Berita Terkait