1,7 Juta PNS Dirasionalisasi

1,7 Juta PNS Dirasionalisasi

- detikNews
Rabu, 13 Sep 2006 12:02 WIB
Pekanbaru - Dinilai terlalu banyak, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) berencana akan merasionalisasi 1,7 juta pegawai negeri sipil (PNS) dari total 3,7 juta PNS di seluruh instansi pemerintah."Idealnya hanya 2 juta PNS saja," kata Menneg PAN Taufiq Effendi dalam acara Lokakarya Nasional Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan PAN di Hotel Mutiara Merdeka, Jl Yos Sudarso, Pekanbaru, (13/9/2006).Namun Taufiq menegaskan rasionalisasi yang akan dilakukan tidak dengan cara PHK. "Rasionalisasi akan dilakukan secara alami, melalui masa pensiun, dan mengurangi penerimaan PNS. Kalau di-PHK pasti akan terjadi demo besar-besaran," jelasnya.Taufiq mengeluhkan tidak adanya UU Administrasi dan UU Kepegawaian Negara membuat kementeriannya tidak memiliki acuan untuk menertibkan administrasi kepegawaian yang sangat kacau."Bayangkan saja sudah 60 tahun kita menjalankan pemerintahan ini tanpa ada UU yang jelas soal kepegawaian dan administrasi negara. Semuanya dilakkan secara improvisasi," keluhnya.Selain itu, yang memboroskan keuangan negara untuk menggaji para PNS adalah banyaknya PNS yang memiliki nomor induk pegawai (NIP) ganda. Dari data yang dimilikinya, tercatat sebanyak 66 ribu PNS yang memiliki NIP ganda.Jumlah ini belum ditambah dengan 246 ribu PNS yang tidak jelas statusnya. Apakah sudah pensiun, meninggal dan lain-lain. "Ada PNS yang sudah meninggal tapi masih menerima gaji. Ini harus ditertibkan," cetus pensiunan brigjen polisi ini.Satu PintuUntuk tahun 2006, Kementerian Negara PAN berencana membuat seluruh penerimaan PNS di instansi pemerintah, TNI dan Polri melalui satu pintu. Dengan sistem satu pintu ini diharapkan standar pengangkatan dan pemberhentian atau pensiun akan sama."Selama ini masing-masing instansi sesuka hatinya membuat pola pengangkatan serta masa pensiun. Inilah perlunya dibuat UU Kepegawaian Negara yang berlaku untuk seluruh instansi," kata Taufiq.Taufiq juga menambahkan, secara khusus dirinya berencana mengangkat seluruh karyawan honorer yang bekerja di mercusuar dan kamar jenazah di seluruh Indonesia untuk menjadi PNS."Saya selama ini menerima banyak keluhan dari mereka. Saya sendiri akan mengangkat mereka untuk tahun ini juga sebagai PNS," janji Taufiq. (bal/nrl)



Berita Terkait