SBY Layak Dapat Nobel, Namun JK Tak Terlupakan
Rabu, 13 Sep 2006 10:54 WIB
Jakarta - Presiden SBY dinilai layak masuk bursa kandidat penerima Nobel Perdamaian karena prestasinya mendamaikan Serambi Makkah. Namun, keberhasilan itu tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Jusuf Kalla."Saya kira layak (menerima Nobel) atas nama negara. Seperti penanganan di Aceh, orang tentu tidak akan melupakan Kalla begitu saja," kata anggota DPR Komisi III dari FPG Priyo Budi Santoso, pada detikcom lewat telepon, Rabu (13/9/2006).Menurutnya, SBY selaku pemimpin negara mempunyai pandangan dan performance yang baik dalam penanganan konflik di Aceh. Jika nantinya SBY terpilih untuk mendapatkan Nobel Perdamaian, hal tersebut akan tercatat sebagai sejarah bangsa."Yang jadi presiden kan SBY. Kalla juga berbesar hati untuk itu. Semua langkah Kalla pastinya kalau tidak sepengetahuan SBY juga tidak akan berlanjut. Pak SBY juga tentunya tidak akan melupakan Kalla. Kami berbesar hati dan tidak menuntut," ujar Priyo.Seperti diberitakan, setelah sukses menciptakan perdamaian di Aceh, Presiden SBY dijagokan para petaruh sebagai calon kuat peraih Nobel Perdamaian 2006. Taruhan ini digelar situs judi online Centrebet.com. Taruhan digelar menyambut pengumuman penghargaan Nobel tahun ini pada 13 Oktober mendatang di Oslo, Norwegia."Yudhoyono dikenal atas upayanya menciptakan perdamaian di Aceh yang dihancurkan tsunami," demikian pernyataan Centrebet seperti dilansir AFP, Selasa (12/9/2006).
(ziz/)











































