Menhan: Ada Rekanan yang Dekati Anggota DPR

Pembelian Panser

Menhan: Ada Rekanan yang Dekati Anggota DPR

- detikNews
Rabu, 13 Sep 2006 02:10 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menduga ada rekanan yang mencoba mendekati DPR agar bisa mengikuti tender pengadaan panser VAB bagi pasukan perdamaian RI yang akan berangkat ke Libanon."Saya yakin ada rekanan yang mendekati anggota DPR," ujar Juwono usai meninjau lokasi pembangunan rusun untuk prajurit TNI di perumahan Zeni TNI AD, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (12/9/2006).Harga TurunPada kesempatan itu, Juwono juga menyatakan kemungkinan adanya penurunan harga pembelian panser dari Euro 700 ribu menjadi Euro 550 ribu. Hal itu menanggapi pernyataan kalangan DPR bahwa harga panser di pasaran lebih murah dibanding yang diajukan oleh pemerintah."Ini sedang dirundingkan oleh pak Sjafrie (Sekjen Dephan). Tadi malam saya ditelepon beliau, tidak sampai Euro 700 ribu, bisa ditawar sampai Euro 550 ribu rekondisi," ungkapnya.Panser VAB buatan Perancis tersebut, menurut Juwono dari segi spesifikasinya memang tergolong mutakhir serta memiliki kapabilitas yang baik.Penunjukan Langsung TepatJuwono juga menegaskan penunjukan langsung pengadaan 32 panser yang akan dipergunakan pasukan TNI di Libanon sudah sesuai peraturan yang ada. Penunjukan langsung tersebut dilakukan karena keterbatasan waktu dan demi efisiensi."Seperti saya jelaskan beberapa kali, ini berdasarkan Kepres Nomor 80 dan Permen Nomor 6 dibenarkan penunjukan langsung seperti itu," terang pria bergelar profesor ini.Ditambahkan Juwono, penunjukan langsung dalam Kepres Nomor 80 Tahun 2003 dan Permen Nomor 6 Tahun 2006 tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dephan dibenarkan karena beberapa hal, yaitu adanya keterbatasan waktu dan pengadaan 32 panser itu tidak di dalam rencana kerja pemerintah (RKP), ketersediaan dan konsibilitas dengan panser VAB yang sudah dimiliki TNI."Selain itu masalah logistic delivery lebih efisien dari Perancis ke Libanon. Sebenarnya ada tawaran dari Korea dan Italia, tapi tidak semuanya sanggup," tandasnya.Ditegaskannya kembali, tidak mungkin dilakukan pembelian melalui tender. Sebab, perkembangan di Libanon ibarat tsunami, di mana alat-alat berat yang didatangkan dan digunakan di sana tidak menggunakan tender. (fjr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads