Laporan dari Helsinki
Kirim Pasukan ke Libanon, RI Ingin Jaga Perdamaian Dunia
Selasa, 12 Sep 2006 19:30 WIB
Helsinki - Pemerintah Indonesia memastikan mengirimkan pasukan TNI ke Libanon sebagai pasukan perdamaian PBB. Kebijakan pemerintah ini jadi bahan pertanyaan wartawan asing kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut SBY, Indonesia ingin turut serta menjaga perdamaian dunia. Seperti dilaporkan koresponden detikcom di Helsinki, Finlandia, Muhamad Rumi, SBY mendapat pertanyaan mengenai hal itu dari wartawan asing saat jumpa pers bersama Presiden Finlandia, Tarja Kaarnia Halonen, di Helsinki, Finlandia, Selasa (12/9/2006). Wartawan tersebut menanyakan alasan Indonesia mengirimkan pasukan militer ke Libanon selatan. Terhadap pertanyaan ini, Presiden SBY menjawab, semua negara harus memperhatikan keamanan di Timur Tengah, khususnya Libanon. Sebab, kerawanan daerah itu bukan hanya berdampak pada regional, tetapi juga berdampak pada dunia. "Indonesia ingin memberi kontribusi, bukan hanya karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tetapi kita ingin berperan dalam menjaga perdamaian dunia dengan mandat dari PBB," tegas SBY.Rencananya, pasukan TNI yang akan dikirimkan ke Libanon sebagai pasukan perdamaian PBB ini berjumlah 1.000 personel. Kloter pertama akan dikirimkan ke Libanon pada akhir September 2006. Berbagai persiapan telah dilakukan pemerintah Indonesia.
(asy/)











































