SBY: Masa Kritis Kedua di Aceh Harus Diwaspadai

Laporan dari Helsinki

SBY: Masa Kritis Kedua di Aceh Harus Diwaspadai

- detikNews
Selasa, 12 Sep 2006 18:50 WIB
Helsinki - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai dengan adanya perdamaian di Aceh, maka masa kritis di tanah rencong sudah terlalui. Namun, saat ini, masa kritis kedua harus diwaspadai, karena Aceh menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada).Hal ini disampaikan SBY menanggapi pertanyaan wartawan-wartawan asing saat menggelar jumpa pers bersama Presiden Finlandia, Tarja Kaarnia Halonen, di Helsinki, Finlandia, Selasa (12/9/2006). Seperti dilaporkan koresponden detikcom Muhamad Rumi dari Helsinki, sejumlah wartawan asing menanyakan kepada SBY mengenai perkembangan Aceh. Pertanyaan ini dimunculkan oleh para wartawan Finlandia. Mereka ingin mendapatkan informasi perkembangan Aceh, karena sebelumnya perundingan proses perdamaian Aceh yang berlangsung enam periode memang diadakan di Helsinki, dengan mediator mantan Presiden Finlandia, Martti Athisaari."Bagaimana Aceh sekarang, dan bagaimana pemerintah Indonesia menjaga perdamaian yang telah disepakati?" tanya salah seorang wartawan Finlandia. SBY menjawab, masa kritis pertama Aceh sudah dilalui, dan masa kritis kedua harus diwaspadai karena sebantar lagi di provinsi Aceh akan diadakan pemilihan Gubernur. "Tetapi kondisi kemanan dan masyarakat Aceh sekarang sudah benar-benar positif," kata SBY.Sebelumnya, Presiden SBY Selasa (12/9/2006) pagi waktu Helsinki, mengadakan pertemuan dengan Presiden Finlandia, Tarja Kaarnia Halonen. SBY juga menyaksikan penandatanganan kerja sama ekonomi oleh Menteri Perdagangan RI Mari Pangestu dan Menteri Perdagangan Finlandia, Paula Lehtomaki. (asy/)


Berita Terkait