45% Desa di Indonesia Masuk Kategori Desa Tertinggal

45% Desa di Indonesia Masuk Kategori Desa Tertinggal

- detikNews
Selasa, 12 Sep 2006 16:39 WIB
Jakarta - Sebanyak 32.379 desa di Indonesia masuk dalam kategori desa tertinggal. Sebagian besar dari desa tersebut berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.Hal tersebut diungkapkan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, Syaifulah Yusuf, dalam seminar 'Strategi Pembangunan Desa di Hotel Bidakara', di Hotel Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (12/9/2006)."Jumlah desa tertinggal sebanyak 45 persen atau hampir separuh dari jumlah desa di Indonesia yang mencapai 70.611 desa," katanya.Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, desa yang masuk dalam kategori desa tertinggal berjumlah 1.886 desa. Sebagian besar berada di Kabupaten Manggarai yakni dari 254 desa, 229 di antaranya merupakan desa tertinggal.Sedangkan di wilayah Indonesia bagian tengah, desa tertinggal banyak terdapat di pulau Kalimantan. Di Kalimantan Barat dari 1.530 desa, 944 di antaranya merupakan desa miskin. Begitu pula di Kalimantan Tengah. Di provinsi ini dari 1.531 desa, 1.005 di antaranya masuk kategori desa tertinggal. Kondisi terparah berada di Kabupaten Murung Raya, yakni dari 118 desa 109 di antaranya juga merupakan desa tertinggal.Sedangkan di wilayah Indonesia bagian barat, desa tertinggal banyak terdapat di Provinsi Sumatera Selatan. Dari 2.778 desa yang ada, sebanyak 1.535 desa (55,26%) masuk dalam kategori desa tertinggal.Sementara untuk Pulau Jawa, desa tertinggal paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur. Di Kabupaten Sampang dari 186 desa yang ada, 143 di antaranya juga masuk dalam kategori desa tertinggal. Sedangkan di Kabupaten Bondowoso lebih dari 50 persen desa yang ada juga merupakan desa tertinggal."Data ini kita peroleh dari data potensi desa 2005 di Badan Pusat Statistik," kata Syaifullah.Banyak faktor yang dijadikan sebagai tolok ukur suatu desa masuk dalam kategori desa tertinggal. Faktor-faktor itu adalah ketersediaan jalan utama desa, lapangan usaha bagi mayoritas penduduk, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas komunikasi, kepadatan penduduk per km2, sumber air minum, sumber bahan bakar, persentase penggunaan listrik dan persentase pertanian."Kita harapkan jumlah ini akan turun tiap tahunnya," ungkap kemenakan mantan Presiden Abdurahman Wahid ini. Caranya? (djo/nrl)


Berita Terkait