FBI Jadi Saksi Kasus Timika, Sidang Langsung Ricuh

FBI Jadi Saksi Kasus Timika, Sidang Langsung Ricuh

- detikNews
Selasa, 12 Sep 2006 14:44 WIB
Jakarta - Agen khusus FBI dihadirkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) sebagai saksi kasus penembakan 2 warga AS dan 1 WNI di Timika. Kehadiran agen khusus dari AS ini memicu kericuhan di ruang sidang.Kericuhan bermula ketika salah satu terdakwa, Pendeta Ishak Onawame, menyatakan keberatan atas kehadiran agen FBI bernama Ronald C Eowan itu."FBI tidak boleh ada di sini! FBI telah menipu gereja, menipu Pendeta Ishak. You understand?" teriak Ishak histeris di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (12/9/2006).Dia mengancam bila agen khusus FBI tetap dihadirkan dalam sidang, maka 6 terdakwa yang hadir akan walk out. Karena JPU bersikeras tetap menghadirkan Ronald, akhirnya para terdakwa ini melaksanakan ancamannya, walk out.Menanggapi walk out-nya para terdakwa, tim kuasa hukum para terdakwa yang diketuai Johnson Panjaitan pun ikut walk out."Saya tidak tahu, apa relevansinya? Kenapa FBI duluan yang jadi saksi. Saksi korban bagaimana? Kami walk out," tegas Johnson.Ketua majelis hakim Andriani Nurdin tidak keberatan dengan sikap kuasa hukum terdakwa. Dengan santai ia mengatakan, "Silakan, kebetulan klien saudara juga tidak ada di sini."Dengan mimik marah dan kesal, Johnson diikuti tim kuasa hukum lainnya, langsung meninggalkan ruang sidang.Kepada wartawan, Johnson mempertanyakan lagi kenapa FBI yang diajukan sebagai saksi. Padahal saksi korban yang diperiksa baru 3 orang."Kok hakim sepertinya malah happy terdakwanya tidak ada. Ini formalitas untuk menghukum orang," kata dia.Menurut Johnson, berdasarkan kesepakatan sidang sebelumnya, saksi yang dihadirkan terlebih dahulu adalah saksi korban, saksi dari Indonesia, dan kemudian baru saksi-saksi lainnya."Kalau seperti ini menunjukkan aparat penegak hukum itu pecundang. Saya tidak akan datang ke sidang kalau saksi korban belum dihadirkan. Tidak adil. Memangnya FBI itu siapa! Saksi verbal lisan. Hakim malah sepertinya tidak peduli," tandas Johnson. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads