FPD: SBY Layak Dapat Nobel
Selasa, 12 Sep 2006 11:51 WIB
Jakarta - Presiden SBY yang diunggulkan dalam bursa peraih Nobel perdamaian tahun 2006 dinilai sangat layak menerima penghargaan tersebut. Namun Nobel perdamaian itu diterima SBY dalam posisinya sebagai kepala negara."Itu wajar saja karena peran beliau dan tanggung jawabnya yang besar. Tapi ini atas nama bangsa Indonesia," ujar Sekretaris FPD Sutan Bhatoegana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2006).Mengenai pendapat sebagian kalangan yang menilai Wapres Jusuf Kalla yang lebih berperan dalam mengakhiri konflik puluhan tahun RI-GAM di Aceh, Sutan menegaskan, Kalla bekerja di bawah manajemen dan instruksi presiden."Semua yang mengatur kan SBY. JK itu kan bagian dari manajemen SBY," cetus Sutan.Bukan Cuma SBYSementara Ketua Pansus RUU Pemerintahan Aceh Ferry Mursyidan Baldan mengingatkan, pemberian Nobel perdamaian itu semata-mata karena SBY merupakan representasi bangsa Indonesia yang telah mengupayakan perdamaian di wilayah NKRI, bukan personaliti SBY."Itu penghargaan terhadap bangsa, bukan pada SBY secara personal," tegas Ferry.Menurut Ferry, proses perdamaian di Aceh dicapai karena keseriusan semua elemen bangsa, tidak hanya dari eksekutif, tapi juga legislatif."Sayangnya, Nobel itu harus diserahkan pada orang, bukan institusi. Sehingga presiden yang mewakili. Seandainya parlemen boleh mewakili, mungkin saya yang lebih tepat," kelakar Ferry. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah sukses menciptakan perdamaian di Aceh, Presiden SBY dijagokan para petaruh sebagai calon kuat peraih Nobel Perdamaian 2006.Taruhan ini digelar situs judi online Centrebet.com. Taruhan digelar menyambut pengumuman penghargaan Nobel tahun ini pada 13 Oktober mendatang di Oslo, Norwegia."Yudhoyono dikenal atas upayanya menciptakan perdamaian di Aceh yang dihancurkan tsunami," demikian pernyataan Centrebet seperti dilansir AFP, Selasa (12/9/2006).
(bal/)











































