Pasukan Perdamaian TNI Dibekali Sejarah Konflik Timur Tengah
Selasa, 12 Sep 2006 11:00 WIB
Jakarta -
Agar mampu bersikap netral dalam menjalankan tugasnya, pasukan TNI yang akan bergabung dengan pasukan perdamaian PBB di Libanon, dibekali materi dan pemahaman mengenai sejarah konflik di Timur Tengah."Contohnya bagaimana memahami sejarah konflik di sana agar kita bersifat netral dan benar memahami apa yang sebenarnya terjadi. Prajurit dibekali itu semua," jelas Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Endang Suwarya.Hal itu diungkapkan Endang usai menutup latihan pratugas Satgas Batalyon Mekanis TNI ke Libanon dan Kompi X Zeni TNI ke Kongo di Markas Divisi Infantri I Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Selasa (12/9/2006).Acara penutupan tersebut dihadiri 850 anggota pasukan. Turut dipamerkan 14 unit panser jenis VAB, 12 panser jenis BTR, dan 6 unit panser jenis Panhard.Diakui Endang, memang dalam persiapan yang sudah dilakukan ini masih ada beberapa hal yang dirasakan kurang. Dengan waktu yang tersisa diharapkan semuanya bisa dilengkapi.Dijelaskan Endang, pasukan perdamaian TNI di Libanon nantinya akan bertugas mengawasi gencatan senjata, operasi observasi, operasi pengawalan, penindakan huru-hara, mempertahankan diri dan penegakan hukum secara terbatas.Mengenai pernyataan Israel yang masih keberatan dengan keterlibatan pasukan Indonesia, meurut Endang, hal itu bukan urusan TNI melainkan pemerintah. PBB sudah memberikan lampu hijau akan keberadaan pasukan TNI di Libanon untuk menjalankan misi PBB.Ketika dikonfirmasi adanya dugaan kebocoran dana dalam pembelian 32 panser buatan Prancis, Endang menegaskan, hal itu tidak mungkin terjadi."Itu saya kira bukan urusan TNI. Itu urusan Dephan, yang jelas kita butuh panser itu," tegasnya.
(bal/)










































