F-PAN: Panser TNI Pinjam Atau Sewa dari Perancis
Selasa, 12 Sep 2006 09:15 WIB
Jakarta - Rapat Paripurna DPR hari ini akan menentukan rencana pembelian 32 panser VAB dari Renault Trucks Perancis. F-PAN menilai pembelian panser untuk bekal pasukan perdamaian RI di Libanon ini tidak perlu dilanjutkan."Kita berpegang pernyataan Presiden SBY dalam rapat dengan pimpinan DPR beberapa waktu lalu, Panser TNI Libanon akan pinjam dulu atau sewa dari Perancis," ujar Wakil Ketua F-PAN Djoko Susilo kepada detikcom, Selasa (12/9/2006).Menurut Djoko, dari hasil pembicaraan dengan Presiden SBY dan juga rapat Komisi I, perlu waktu 6 bulan untuk membeli panser karena tidak tersedianya ready stocks panser di pabriknya. DPR tidak akan menyetujui anggaran jika tim Dephan melanjutkan pembelian tanpa tender."Kita minta stop. Kalau terus dilanjut, DPR tidak akan menyetujuinya," lanjut Djoko.Djoko menambahkan DPR pun menyadari TNI membutuhkan panser baru. Oleh karena itu DPR akan menyetujui pembelian panser dengan syarat dilakukan tender terbuka ataupun terbatas. Selain itu, dituntut transparansi dan akuntabilitas Tim Dephan."Kita minta ditunjukan surat, apakah PBB menganjurkan pembelian panser VAB dari Perancis," tutur Djoko.Menurutnya, harga 700.000 Euro yang diajukan Tim Dephan kemahalan, karena harga panser VAB baru adalah 500.000 Euro. Djoko menjelaskan, beberapa negara lain memiliki panser yang lebih murah dan sama bagusnya."Panser BTR dari Ukraina harganya US$ 350.000, panser PANDOR dari Spanyol harganya US$ 500.000," tandasnya.
(fay/)











































