5 Tahun 9/11
AS Banjir Simpati & Kritikan
Selasa, 12 Sep 2006 09:10 WIB
Washington - Bangsa Amerika Serikat mengenang lima tahun peristiwa hitam 11 September 2001. Negara-negara lain, khususnya Eropa juga menggelar seremoni untuk mengenang para korban.Di London, Inggris, karangan bunga mawar putih diletakkan di taman memorial, tempat dipahatkannya nama-nama 67 warga Inggris yang tewas dalam serangan 11 September di World Trade Center, New York. Kerabat keluarga korban yang berkumpul di taman tersebut menangis mengenang mereka yang telah pergi.Di Roma, Italia, lonceng-lonceng gereja dibunyikan untuk mengenang para korban. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (12/9/2006).Di Brussel, Belgia, Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer memimpin seremoni militer di lua markas besar NATO untuk mengenang para korban 11 September. Bendera setengah tiang pun dikibarkan. Namun dalam peringatan 11 September ini, para pemimpin dunia juga melancarkan kritikan terhadap pemerintah AS. Kanselir Jerman Angela Merkel mengkritik AS tentang cara negara sekutu itu melancarkan perang melawan terorisme."Dalam perang melawan teror internasional, respek akan hak asasi manusia, toleransi dan respek akan kultur lain harus menjadi tujuan utama tindakan kita, seiring dengan ketegasan dan kerja sama internasional," tegas Merkel.Kritikan juga datang dari Polandia. "Setelah 11 September, dunia bersatu dengan Amerika. Kepemimpinan moral mereka tidak dipertanyakan," cetus Pawel Zalewski, kepala komite urusan luar negeri parlemen Polandia. "Namun, otoritas moral yang kuat ini telah disalahgunakan sebagai akibat perang Irak," imbuhnya.Di Caracas, Venezuela, sekitar 200 pendemo memprotes apa yang mereka sebut "terorisme imperialis" yang dilakukan oleh AS sejak peristiwa 11 September. Kebanyakan dari pengunjuk rasa adalah para pendukung Presiden Venezuela Hugo Chavez dan sejumlah keturunan Arab.Namun dukungan dan simpati kepada AS juga disampaikan para pemimpin dunia lainnya. Presiden Prancis Jacques Chirac dalam pesan tertulisnya kepada Presiden AS George W Bush menekankan persahabatan dengan AS dalam perang melawan terorisme. Dukungan dan simpati juga datang dari Presiden Irak Jalal Talabani dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
(ita/)











































