Survei FSP BUMN: Sugiharto Layak Direshuffle

Survei FSP BUMN: Sugiharto Layak Direshuffle

- detikNews
Senin, 11 Sep 2006 23:12 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto dinilai tidak jujur, meskipun pintar. Walaupun berwibawa sebagai pemimpin, namun dia dinilai tidak memperjuangkan kepentingan karyawan BUMN. Maka, layak bila Sugiharto direshuffle dari kabinet.Demikian hasil survei yang dilakukan Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN pada 10.000 responden yang merupakan karyawan BUMN. Survei dilakukan sejak 13 Juli hingga 16 Agustus 2006, dengan metode random sampling.Angka kekecewaan terhadap kinerja Menneg BUMN ditunjukkan dengan angka 64,7 persen. Sedangkan ketidakpuasan terhadap kerja Menneg BUMN dalam bidang pemberantasan korupsi, kesejahteraan karyawan dan perluasan lapangan kerja menunjuk angka 53,7 persen."Kepuasan responden yang dibawah 40 persen ini dikarenakan menteri terlalu melakukan politisasi dalam BUMN," lanjut ujar Ketua FSP BUMN Arief Poyuono dalam pemaparan hasil survei di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta,Senin (11/9/2006).Pendapat ini, menurut Arief tidak berlebihan. Terbukti deviden BUMN yang menurun, sehingga menunjukkan kinerja Menneg BUMN yang tidak optimal. Selain itu, laba BUMN juga cenderung menurun, sehingga dipastikan mempengaruhi kesejahteraan karyawan BUMN."Sebanyak 37,1 persen responden berpendapat profit BUMN sekarang buruk/ sangat buruk, dan 40% menyatakan sedang," lanjutnya.Meski kecewa dengan kondisi BUMN, namun Presiden SBY tetap populer. Ini berarti pekerja di BUMN tetap percaya pada SBY. Sedangkan, kekecewaan para responden terhadap Menneg BUMN menurut Arief tidak berlebihan."Dalam kasus karyawan PPD saja, Menneg BUMN sulit memberikan solusi. Meski ada dibawah Kementerian BUMN, yang menyelesaikan malah Menhub," terang dia.Responden justru menilai Sekretaris Menneg BUMN Said Didu lebih memuaskan kinerjanya. Sebanyak 52 persen menyatakan puas dengan kinerja Said Didu. Sebanyak 41,3 persen puas dengan Deputi Menneg BUMN sedangkan untuk Menneg BUMN hanya 27,7 persen yang puas."Kurang baiknya kinerja BUMN dapat memperlambat program pemulihan ekonomi nasional. Selain itu BUMN juga tidak menarik bagi investasi asing. Maka sangat potensial jika Menneg BUMN direshuffle," lanjut Arief.Berdasarkan hasil survei, figur yang dianggap paling tepat menggantikan posisi Sugiharto adalah Akhmad Syakhroza dengan perolehan lebih dari 25.000. Disusul Dirut Jamsostek Iwan Pontjo dengan 20.000 suara. Sedangkan Tajudin Noersaid, Aries Muftie, dan Rizal Ramli perolehan dukungannya hampir sama."Bila SBY mau mereshuffle, pada Pemilu 2009, saya yakin dia bisa terpilih lagi. Sebab karyawan BUMN saja sudah 8 juta orang," tandas Arief. Rencananya hasil survei ini akan diberikan kepada DPR, presiden, dan wakil presiden. (fay/)


Berita Terkait