KTT ASEM Ditutup
SBY Tekankan Penting Penyelesaian Lebanon Secara Damai
Senin, 11 Sep 2006 21:41 WIB
Helsinki - KTT ASEM ke-VI yang berlangsung di Helsinki, Filandia, Senin (11/9) sore waktu setempat atau malam WIB ditutup sudah. Presiden SBY dalam jumpa pers usai upacara penutupan menekankan pentingnya penyelesaian masalah Lebanon secara damai.Acara penutupan KTT ASEM, sebagaimana dilaporkan koresponden detikcom di Helsinki, Muhamad Rumi, hanya memakan tempo sekitar dua puluh menit saja. Antara lain diisi pidato dari tiga kepala pemerintahan, masing-masing PM Finlandia Matti Vanhanen, PM Thailand Thaksin Shinawatra dan PM China, Wen Jiabao. Masing-masing menyampaikan pidato selama 6 menit.Setelah ketiganya menyampaikan pidato, PM Finlandia, Matti Vanhanen kembali naik ke mimbar untuk mengetuk palu tanda ditutupnya KTT yang berlangsung dua hari, dan diikuti oleh 36 Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dari Asia dan Eropa. Menariknya, kalau dalam pidato pembukaan dan penutupan semua ketua delegasi menggunakan bahasa Inggris, tidak demikian dengan PM China, Wen Jiabao. Jiabao menyampaikan pidatonya dalam bahasa China. Usai penutupan, PM Finlandia Matti Vanhanen selaku tuan rumah, bersama tiga koordinator kawasan masing-masing Presiden Korea, Roh Moo Hyun selaku Koordinator Asia, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso selaku Koordinator Eropa dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku koordinator ASEAN, memberi keterangan para pers internasional. Dalam keterangan persnya, Presiden SBY antara lain menyinggung persoalan Timur Tengah, terutama masalah Lebanon. Menurut SBY, persoalan Libanon perlu mendapat perhatian dari Negara-negara anggota ASEM. "Oleh sebab itulah kita perlu menempatkan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon di bawah UNIFIL,"tandas SBY.
(bdi/bdi)











































