Karyawan Garuda Dukung Sugiharto Direshuffle

Karyawan Garuda Dukung Sugiharto Direshuffle

- detikNews
Senin, 11 Sep 2006 21:30 WIB
Jakarta - Belitan utang PT Garuda Indonesia berlarut-larut. Menneg BUMN Sugiharto dinilai tak mampu menyelesaikan masalah, sehingga diminta direshuffle.Hal ini diungkapkan Sekjen Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan dalam pemaparan survei Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN tentang kinerja Menneg BUMN di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/9/2006)."Kinera Sugiharto jelas buruk. Tidak berlebihan kok kalau dia diresuffle. Masalah di Garuda bukan hanya finansial tapi juga kompetensi," ujar Irfan.Menurut Irfan, selama ini telah ada pertemuan antara Garuda dengan Sugiharto selaku Menneg BUMN, namun yang dilakukan sugiharto hanyalah menampung masukan. Hal ini membuat jengah Irfan dan rekan-rekannya."Kami kirim 100 surat ke Cikeas (rumah SBY), minta perhatian Presiden. Soalnya Pak Sugiharto hanya menampung melulu, dan setiap kali rapat dengan kita yang ada dia terkaget-kaget kalau kita ada masalah," imbuh Irfan.Menurut Irfan, Sugiharto tengah melakukan skenario besar yang akan memutilasi aset-aset bangsa. "Disebarkan isu ada dana Rp 1 triliun sebagai suntikan dana untuk Garuda. Padahal itu masih wacana. Tapi sudah gembar-gembor," lanjut dia.Ditambahkan dia, Sugiharto sudah seharusnya mengevaluasi kinerja Dirut Garuda Emir Satar. Sebab kinerja Emir dinilai tidak ada progressnya. "Jangan-jangan Emir itu putra mahkota yang ditempatkan di sana (Garuda)," tambah Irfan.Meski sejumlah petinggi Garuda telah diperiksa KPK terkait keuangan Garuda, namun Irfan menegaskan perlunya pemantauan yang intens dari semua pihak. Irfan khawatir, belitan utang Garuda merupakan konspirasi kelompok tertentu."Jangan sampai lolos, jangan sampai ada kesepakatan-kesepakatan," lanjut dia.Pendapat senada disampaikan mantan Wakil Pemimpin BNI Cabang Sampit Ifkar Hajar. Menurut dia wacana akan digabungkannya BNI dengan Bank Mandiri pada tahun 2008 terlalu berlebihan dan tidak masuk akal."Mandiri itu kan gabungan bank sakit. Sekarang BNI itu tidak sakit tapi dibikin sakit. Wacana apa itu. Sugiharto tidak pantas di BUMN," kata Ifkar kesal. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads