Peluang Stop Lumpur Lapindo Cuma 10 Persen
Senin, 11 Sep 2006 21:10 WIB
Jakarta - Harapan warga korban lumpur Lapindo bisa mendapatkan kembali rumah dan tanah mereka, kian redup. Peluang keberhasilan penyumbatan lumpur hanya 10 persen.Kecilnya peluang itu dilontarkan ketua pelaksana Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Timnas Lumpur), Basuki Hadimuljono, di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/9/2006)."Bukan pesimis ya. Bayangkan, kita harus mencari lubang 12 inch di kedalaman tiga kilometer di perut bumi. Ini pekerjaan besar," ujar Basuki.Pernyataannya disampaikan pada wartawan usai rapat penanganan lumpur Lapindo, yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla. Rapat sore ini diikuti juga Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri ESDM Purnomo Yosgiantoro, Gubernur Jatim Imam Utomo, Bupati Sidoarjo Win Hendarso dan GM Lapindo Brantas Imam Agustino.Sejauh ini, seluruh teknologi tercanggih yang ada telah dikerahkan di lapangan untuk menutup semburan lumpur. Tiga skenario yang disiapkan, belum satu pun yang berhasil menemukan lubang semburan dan menutupnya.Berkaca pada kenyataan di lapangan tiga bulan ini, Basuki tidak berani menargetkan tenggat waktu kapan semburan liar lumpur panas bisa dihentikan. Namun ia memastikan segala upaya terbaik akan terus dilakukan, dengan atau tanpa melibatkan Timnas Lumpur."Meski keberhasilannya 10 persen, itu harus kita lakukan. Kalau bisa berhasil, kenduren (syukuran)," tandas Kepala Balitbang Departemen PU ini. Gubernur Jatim Imam Utomo, sepakat dengan Basuki. Kini ia sudah tidak percaya bila ada orang bisa memastikan kapan semburan liar lumpur dihentikan. "Angel iku (sulit dipastikan) Mas," jawabnya sambil tertawa sinis.Menurutnya langkah yang paling perlu mendapatkan prioritas adalah menyelamatkan warga dari luapan lumpur terkait akan datangnya musim hujan. Penguatan tanggul dan perluasannya harus dikebut, karena yang ada sudah mulai ambrol."Lahannya sudah siap. Untuk rekolasi, warga pada dasarnya bisa menerima asal ada sosialiasi yang jelas," sambung Imam.
(fay/)











































