Gus Dur Bantah Izinkan BIN Lobi AS Lewat Gus Dur Foundation

Gus Dur Bantah Izinkan BIN Lobi AS Lewat Gus Dur Foundation

- detikNews
Senin, 11 Sep 2006 18:18 WIB
Jakarta - Gus Dur mengaku sebal mendengar berita bahwa Gus Dur Foundation (GDF) dimanfaatkan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk melobi Amerika Serikat dalam rangka pencabutan embargo senjata terhadap Indonesia. Lewat Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, Gus Dur membantah keterlibatan GDF dengan BIN pada lobi tersebut."Gus Dur sendiri tidak tahu GDF digunakan untuk itu. Jangankan menandatangani, bentuk dan isi perjanjiannya seperti apa, beliau tidak tahu," kata putri Gus Dur ini saat jumpa pers untuk mengklarifikasi kabar tersebut di kantor Wahid Institute (WI), Jl Amir Hamzah No 8, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2006).Yenny membenarkan pada 2004 lalu bahwa ada pertemuan antara Gus Dur dengan Wakil Kepala BIN M As'ad. Pada waktu itu As'ad minta izin memakai nama Gus Dur untuk kepentingan bangsa dan negara."Saya boleh-boleh saja, namanya kepentingan bangsa dan negara," kata Gus Dur via sambungan telepon.Sayangnya Gus Dur tidak memperjelas arti dari kepentingan bangsa dan negara sehingga dirinya kaget saat GDF dikaitkan dengan lobi untuk pencabutan embargo senjata.Lebih lanjut Yenny kembali mengatakan bahwa pihaknya belum akan mengambil tindakan hukum terkait kasus ini. "Kita selesaikan secara NU, Pak As'ad juga orang NU," kata Yenny.Tapi Yenny mengharapkan M As'ad melakukan klarifikasi kepada publik. "Berita yang beredar menyudutkan, makanya kita keberatan. Jadi kita sesalkan seolah-olah Gus Dur jadi anteknya BIN," cetus Yenny.Dalam waktu dekat, rencananya M As'ad akan dipanggil Gus Dur untuk menjelaskan persoalan ini. Yenny juga berencana mengirimkan surat-surat ke senator Leahy di AS dan lembaga FARA. Surat tersebut berisikan klarifikasi bahwa Gus Dur tidak pernah merestui keterlibatan GDF dalam lobi.Namun Yenny menyatakan bahwa Gus Dur sebenarnya tidak mempermasalahkan persoalan lobi. "Kami berpendapat melobi itu tidak masalah asal jelas dan transparan. Kalau begini kan kaget," ujar Yenny.Selain itu Yenny menegaskan bahwa lembaga pimpinannya yakni Wahid Institute (WI) tidak ada hubungannya dengan GDF. Karena itu dengan adanya persoalan ini, dia mengaku merasa sangat dirugikan."Yang paling terasa WI. Ada persepsi WI dibiayai BIN US$ 30 ribu per bulan," ujar Direktur WI ini.Yenny juga menyatakan bahwa GDF sudah tidak ada kegiatan lagi dan kantornya juga sudah tidak ada alias mati suri, sehingga alamat surat menumpang pada WI. (ndr/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads