Puluhan Kambing Hilang, Diduga Dimangsa 3 Harimau
Senin, 11 Sep 2006 17:18 WIB
Pekanbaru - Puluhan ekor kambing milik warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau hilang. Diduga puluhan kambing ini dimangsa 3 harimau yang masuk ke perkampungan. Warga resah, dilanda ketakutan. Kejadian ini terjadi di Dusun Sukajadi, Desa Karang Olang, Kabupaten Rohil, terpaut sekitar 200 km arah utara Pekanbaru. Diduga ada tiga ekor harimau Sumatera, terdiri dari induk dan dua anaknya yang masuk ke perkampungan ini. "Akibat harimau keluar masuk kampung, warga di sanapun dilanda ketakutan. Warga enggan bepergian sendiri ke perladangan mereka. Mereka takut, kalau-kalau harimau akan datang ke ladangnya," kata Oesmantri, aktivis WWF Riau Bidang penanganan Harimau Sumatera kepada detikcom, Senin (11/9/2006) di Pekanbaru. Oesmantri menceritakan, keluar masuknya harimau ke desa tersebut, selain akibat habitatnya yang terusik, diduga masih terkait atas kematian satu ekor anak harimau pada Agustus lalu. Saat itu, satu anak harimau Sumatera dikuliti masyarakat setempat. Emosi warga ini dipicu, karena salah satu warga mereka seorang wanita berusia 18 tahun tewas dimangsa harimau. Tubuh wanita itu tercabik-cabik di areal perladangan karet. Tak cuma itu, selang beberapa hari kemudian, harimau kembali menerkam seorang warga laki-laki. Hanya saja korban masih bisa terselamatkan. "Sikap warga yang menguliti anak harimau ini seperti bentuk balas dendam, karena warga mereka ada yang tewas diserang harimau. Sekarang, kuat dugaan kelompok harimau keluar masuk kampung, juga ingin mencari anaknya yang hilang. Karena itu terjadi konflik yang bekepanjagan," kata Oesmantri. Catatan WWF, konflik Manusia - Harimau selama kurun waktu 2006 telah terjadi 9 kasus konflik. Kasus ini telah merenggut korban manusia (meninggal) sebanyak 3 orang. Sedangkan harimau yang mati sebanyak 5 ekor. "Kondisi yang sangat memprihatinkan, berdasarkan hasil monitoring kami biasanya bila terjadi konflik manusia - harimau maka dapat dipastikan mayoritas harimau yang berkonflik akan mati, baik akibat balas dendam masyarakat maupun situasi ini dimanfaatkan oleh pemburu liar untuk membunuh (memburu) harimau untuk kepentingan pribadi," jelas Oesmantri.
(asy/)











































