KPK Harapkan Hibah dari ADB
Senin, 11 Sep 2006 16:14 WIB
Jakarta - KPK mengharapkan adanya bentuk kongkret kerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) berupa realisasi bantuan dalam bentuk hibah.Harapan ini disampaikan Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan Erry Riyana Hardjapamekas ketika menerima 5 perwakilan ADB di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Senin (11/9/2006). Dalam kunjungan itu, ADB diwakili oleh David Taylor, Emile Gauvreau, Paul W Vurry, Richard Moore, dan Agus Haryanto."Kami berharap agar kunjungan ADB ke KPK bisa berlanjut dalam bentuk kongkret yaitu realisasi bantuan. Khususnya dalam bentuk hibah," kata Erry.Dalam kunjungannya kali ini, ADB juga menanyakan bantuan tersebut. ADB mempertanyakan apakah bantuan sebesar US$ 50 ribu dan Rp 2,45 miliar pada 2005 benar-benar dipergunakan secara efektif.Usai pertemuan, Direktur Eksekutif ADB Emile Gauvreau menjelaskan, ketika memberikan bantuan kepada suatu pihak, ADB akan selelu bersikap hati-hati. Hal ini berkaitan dengan adanya kasus dugaan penyalahgunaan bantuan dari Bank Dunia ke Indonesia,"ADB selalu hati-hati. Kita juga punya kebijakan antikorupsi. Kerjasama juga dipererat, tak hanya dengan masyarakat setempat, tapi juga dengan pemerintah dari negara-negara berkembang. Kita lihat pengelolaan dan prosesnya," papar Emile.Dalam pertemuan itu, ADB juga mempertanyakan bagaimana KPK menindaklanjuti pengaduan-pengaduan korupsi dari masyarakat. "Apa KPK juga pernah mengadakan riset tentang tanggapan masyarakat terhadap kehadiran lembaga ini," kata Paul W Cury.Menanggapi pertanyaan itu, Erry mengakui KPK belum pernah mengadakan riset tentang tanggapan masyarakat kepada KPK. Mengenai pelaporan pengaduan, lanjutnya, KPK menerapkan mekanisme khusus ketika menerima laporan itu."Kualitas laporan yang masuk kurang dari 1 persen merupakan jenis laporan yang mengarah pada tindak pidana korupsi," urai Erry.
(nrl/)











































