300 Laptop di Media Centre ASEM Helsinki Manjakan Wartawan
Senin, 11 Sep 2006 13:56 WIB
Helsinki - Sekitar 20 orang wartawan Indonesia yang meliput KTT ASEM di Helsinki, Finlandia, benar-benar dimanjakan oleh adanya media centre. Betapa tidak. Di media centre yang luasnya sekitar 80 X 80 M di Fair Centre Kota Helsinki, tersedia sekitar 300 unit laptop yang semuanya akses ke internet. Bukan cuma itu. Di samping masing-masing laptop itu terdapat pesawat telepon yang terbuka dan bisa menghubungi seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia tentu saja, dan gratis. Maka sambil mengetik, para wartawan bisa menelepon ke kantor maupun laporan penting ke rumah menghubungi keluarga. Demikian dilaporkan koresponden detikcom di Helsinki, Muhamad Rumi, Senin (11/9/2006).Di sudut ruang media centre, terdapat dua meja besar yang di atasnya tersaji berbagai jenis minuman dan kue-kue. Meja itu tak pernah kosong, selalu terisi sejak pagi hingga tengah malam. Para wartawan bisa mengambil apa saja, kapan saja sesukanya.Bukan cuma wartawan Indonesia yang sangat terbantu oleh berbagai fasilitas media centre ini. Sekitar 400 wartawan dari berbagai penjuru dunia yang datang untuk meliput KTT ASEM ini benar-benar tertolong, sehingga wajar bila informasi mengenai sidang pemimpin-peminpin Negara di Eropa dan Asia ini dengan cepat bisa diketahui oleh masyarakat dunia.Di media centre juga tersedia sedikitnya 25 ruang untuk konferensi pers, yang disediakan untuk para delegasi mengadakan konferensi pers pada wartawan-wartawan dari negara delegasi tersebut. Belum lagi tersedia belasan studio mini untuk siaran langsung stasiun TV.Organizer KTT ASEM cukup profesional dan sempurna dalam bekerja. Walaupun semua ruangan yang ada bebas asap rokok, tetapi mereka juga menyediakan tempat bagi para perokok. Tempat yang disediakan berupa ruangan tertutup berukuran 2 X 7 meter, sehingga bila di ruang ini terdapat sepuluh orang yang merokok bersama-sama, maka ruang jadi terasa penuh asap. Tapi begitulah, fasilitas di media centre KTT ASEM memang amat memanjakan para wartawan, tetapi tidak bagi para perokok.Foto:Suasana media centre
(nrl/)











































