Aipda Saudin: Saya Khilaf, Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Senin, 11 Sep 2006 13:11 WIB
Jakarta - Aipda Saudin Debateraja masih dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Hampir 3 minggu polisi yang menembak istrinya, Kapten TNI CAJ Adiana, itu dirawat di sana. Kondisi ayah 3 anak ini berangsur membaik. Bahkan kepada tim dokter dia mengaku menyesal atas perbuatannya."Saya khilaf. Kenapa ini bisa terjadi?" kata Saudin seperti ditirukan kepala tim dokter yang merawatnya, Kombes Pol Dr Agus Prayitno, saat ditemui detikcom di ruang kerjanya di RS Polri Kramatjati, Senin (11/9/2006).Menurut Agus, hal itu selalu diceritakan Saudin saat dokter memeriksa kesehatannya. Kondisi kesehatan Saudin juga sudah semakin membaik walau bicaranya agak tidak jelas. Hal ini terjadi karena dokter sedang melakukan perawatan tulang rahang atas dan bawah untuk membentuk tulang baru atau callus."Hanya dia masih trauma, kondisi kejiwaannya masih labil. Tapi dia sudah bisa melakukan aktivitas sehari-hari sendiri seperti ke kamar mandi, misalnya," cetus Agus.Agus menjelaskan, sejak awal masuk rumah sakit, Aipda Saudin dalam keadaan sadar dan tidak pernah koma, namun saat itu kondisi tulang manibula di sekitar rahang hancur sehingga harus dirawat intensif dengan operasi untuk dipasang plat."Hanya 2 hari di ICU kemudian selanjutnya dirawat di ruang perawatan," ucapnya.Untuk memulihkan kondisi kejiwaan Saudin, semenjak awal tim ahli jiwa sudah dilibatkan dalam penanganan pengobatannya, namun hingga kini belum ada hasil yang pasti karena kondisi kejiwaannya masih labil."Kita masih observasi, tunggu 2 minggu ke depan. Selain obat kejiwaan kita juga berikan obat antibiotik dan analgetik," ujar Agus.Untuk menjaga agar Saudin tidak mencoba bunuh diri, tim dokter sudah mewanti-wanti kepada polisi yang berjaga di kamar Saudin."Kita pesan harus dijaga agar jangan samapi dia mencoba bunuh diri. Sampai saat ini memang tidak ada indikasi dia mencoba untuk melakukan perbuatan itu," tandas Agus.
(ndr/)











































