Menneg Ristek: Dibutuhkan Peta Rawan Bencana yang Detil
Senin, 11 Sep 2006 11:45 WIB
Jakarta - Banyaknya bencana yang melanda wilayah Indonesia harus diantisipasi sejak dini untuk menghindari jatuhnya korban. Pembuatan peta rawan bencana secara lebih detil sangat dibutuhkan untuk mendukung usaha tersebut."Kita sudah melakukan pemetaan rawan bencana, tapi itu dalam skala besar. Untuk skala kecil tingkat kabupaten belum terealisasi," kata Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman saat raker dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2006).Menurut dia, sesuai dengan SK Mendagri tahun 2003, seharusnya setiap kabupaten sudah membuat peta rawan bencana yang lebih detil. Namun hingga kini belum bisa diwujudkan. Oleh karena itu Kementerian Ristek siap membantu kabupaten-kabupaten untuk merealisasikan peta rawan bencana itu."Kami dari Bakosurtanal siap untuk menjadi mitra menyediakan peta. Ini untuk meminimalisir korban akibat bencana banjir, gempa, tsunami, kebakaran lahan, longsor dan penyediaan lokasi evakuasi," tandasnya.Selain itu Kementerian Ristek sudah membuat Pusat Informasi Riset Bencana Alam (PIRBA) dengan website www.firba.ristek.go.id.Kementerian Ristek juga bekerjasama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) telah mengalokasikan dana untuk mengoptimalisasikan pengadaan sarana dan fungsi sistem early warning system (EWS).
(san/sss)











































