Pertemuan Aktivis LSM di Batam Protes Lokasi Rapat IMF di Singapura
Senin, 11 Sep 2006 11:08 WIB
Jakarta -
Pertemuan aktivis LSM internasional dan nasional yang akan berlangsung di Batam pada 15-17 September 2006, salah satu agendanya akan memprotes pertemuan tahunan IMF dan G7 di Singapura."Kita protes ke IMF karena mengambil lokasi pertemuan di Singapura. Seharusnya pertemuan IMF berlangsung di negara yang demokratis, sehingga memberi kesempatan publik untuk menyalurkan aspirasinya," kata Deputi Direktur Infid Dian Kartika Sari saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (11/9/2006).Dijelaskan Dian, pihaknya sudah mengirimkan surat ke World Bank mengkritisi lokasi penyelenggaraan acara pertemuan tahunan ini. "Singapura kan negara yang tertutup, tidak demokratis. Publik tidak diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya. Seharusnya pertemuan penting ini tidak dilakukan di Singapura, tetapi negara yang demokratis," jelasnya.Informasi yang berkembang, lanjut Dian, sejumlah LSM internasional yang diundang menghadiri pertemuan IMF dikabarkan akan memboikot pertemuan. "Mungkin ini sebagai sikap protes terhadap pihak penyelenggara. Mereka yang boikot akan ke Batam menghadiri workshop yang kami adakan," tambah Dian.Sementara mengenai rencana pertemuan aktivis LSM di Batam. Dian memastikan acara tersebut tidak mengagendakan aksi demontrasi. Acara pertemuan aktivis LSM lebih banyak diisi dengan workshop yang dilakukan di dalam ruangan. "Tidak ada agenda aksi. Lebih banyak membahas materi," tambah Dian.Direncanakan pertemuan aktivis LSM di Asrama Haji Batam pada 15-17 September 2006 akan dihadiri sekitar 1.000 peserta. 250 Orang di antaranya merupakan aktivis LSM internasional yang datang dari 37 negara.
(jon/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































