MZ dan AR Saling Mengelak

Bom Rakitan di Sulbar

MZ dan AR Saling Mengelak

- detikNews
Senin, 11 Sep 2006 10:42 WIB
Polman - Polda Sulsel belum menetapkan tersangka atas temuan bom rakitan setengah jadi di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebab 2 orang yang kini diamankan masih saling mengelak atas kepemilikan barang bukti itu. "Mereka berdua saling mengelak. Kalau nanya AR, dia mengelak bahwa bukan miliknya. MZ pun demikian," tutur Kombes Djoko Subroto, Humas Polda Sulsel, pada detikcom via telepon, Senin (11/9/2006). Polisi menemukan senjata api rakitan jenis papporo, serbuk hitam, lampu hias lengkung, rantai amunisi, dan pecahan kaca di kamar AR pada Sabtu pagi. Barang-barang ini adalah bahan untuk membuat bom molotov. Namun AR menampik bahwa barang itu bukan miliknya, karena ia hanya numpang di kamar itu. Sementara itu, MZ, anak si empunya rumah, juga menampik jika itu miliknya. "MZ juga mengelak. Dia bilang, bukan dia yang punya. Karena bukan dia yang tidur di kamar itu, tapi AR," ucap Djoko. Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah compact disc dan sejumlah buku, antara lain. Revolusi Iran dan Mengapa Kita Mendukung Suharto.Namun hingga kini Polda Sulsel belum menghubungkan kejadian ini dengan peristiwa apa pun. "Kami masih fokus pada kepemilikan barang itu. Jadi kami tidak mau menyimpulkan dulu terkait dengan peristiwa apa pun. Terlalu jauh," kata Djoko.MZ dan RH Adalah Dosen MZ dan RH sehari-harinya berprofesi sebagai dosen pada sebuah universitas di Polman, Sulbar. Kedua dosen ini adalah tamatan UGM. "Dari ijazahnya, memang mereka tamatan UGM," ucap Djoko. MZ dan RH diperiksa intensif di Polda Sulsel sejak Minggu kemarin (10/9/2006). Polisi kini telah memeriksa 5 saksi lainnya. Saksi-saksi ini adalah anggota keluarga MZ yang berada di dalam rumah saat dilakukan penggeledahan. Mereka yakni Armayanti, Narawati, Nurjanah, Rudi Haryanto, dan Zafria. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads