Polri Akan Tindak Penerbit Buku Manual Teroris
Senin, 11 Sep 2006 09:45 WIB
Jakarta - Polri akan menyelidiki buku manual teroris apabila sudah ada laporan yang masuk ke kepolisian. Namun Polri belum akan melakukan tindakan khusus mengenai kabar beredarnya buku yang berisi resep membuat kelompok jihad mandiri ini. "Kami perlu tahu ada di mana penyebarannya atau laporan dari masyarakat baru akan kami telusuri. Ini kan sepertinya masih kabarnya saja," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paulus Purwoko saat dihubungi detikcom, Senin (11/09/2006).Purwoko menilai, peredaran buku manual sejenis sebenarnya sudah ada sejak peristiwa Bom Bali I. Walaupun, menurut dia, peredarannya hanya sebatas di dalam komunitas tertentu saja. Untuk mengantisipasinya, kepolisian pun sudah melakukan koordinasi dengan ulama dan tokoh-tokoh masyarakat."Sudah dilakukan tindakan yang diperlukan semenjak bom Bali I. Kami juga tidak bisa bekerja sendirian," tambahnya.Karenanya, Polri sedang menyusun suatu bentuk pendidikan kepada masyarakat sebagai cara untuk membangun kesadaran dalam mencegah teror sejak dini. "Kami akan kemas sebagai sejenis payung anti kekerasan, kami akan mencoba mendidik mesyarakat melalui pesan-pesan sosial," tuturnya.Buku manual berisi soal rekrutmen, cara penggalangan dana dan pembagian tugas anggota dalam tindakan pengeboman diduga beredar di masyarakat. Buku ini dinilai sebagai upaya menginspirasi masyarakat.
(wiq/)











































