Enam dari Empat Bom di NTT Masih Aktif
Minggu, 10 Sep 2006 20:00 WIB
Kupang - Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Nusa Tenggara Timur memastikan empat dari enam buah bom jenis mortir dengan panjang 30 centimeter dan diamater 10 centimeter masih aktif. Bom itu ditemukan warga Dusun Labuan, Desa Kabir, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, NTT, Kamis 7 September.Bom yang diduga peninggalan masa pergolakan Timor Timur tahun 1975-1976 itu ditemukan Abdullah Laimao, di dekat pantai Kabir saat menggali pasir. Bupati Alor, Ans Takalapeta mengatakan, enam buah bom tersebut ditemukan sekitar dua meter dari dapur seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan. "Tidak diketahui siapa pemilik bom, tetapi dugaan sementara enam bom tersebut peninggalan perang Timtim yang dibawa oleh para pengungsi," katanya di Kupang, Minggu (10/9/2006). Tim Jihandak Polda NTT, berhasil mengamankan barang bukti dan empat bom yang masih aktif telah diledakkan. Takalapeta menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Bahkan warga yang diduga masih menyimpan atau mengetahui lokasi persembunyian bom dan bahan peledak peninggalan perang Timor Timur, diminta dia untuk menghubungi aparat keamanan guna mengambil langkah pengamanan."Saya sudah sarankan kepada aparat untuk melakukan penyisiran diperkampungan itu untuk mencari jangan sampai masih ada bom yang disembunyikan warga saat terjadi eksodus dari Timor Timur tahun 1975 dan tahun 1999," ujarnya.Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alor, Amirullah yang dihubungi terpisah mengatakan, tim Jihandak Polda NTT, tiba di Alor Sabtu siang dan langsung ke lokasi penemuan. "Setelah diteliti, ternyata empat dari enam bom yang ditemukan masih aktif sehingga langsung diledakkan," tambah Amirullah.
(wiq/wiq)











































